Advertisement

DAMPAK LETUSAN KELUD : Gua Pindul Sepi Pengunjung

Ujang Hasanudin
Selasa, 18 Februari 2014 - 12:46 WIB
Nina Atmasari
DAMPAK LETUSAN KELUD : Gua Pindul Sepi Pengunjung

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan abu vulkanik letusan Gunung Kelud menyebabkan wisatawan enggan berkunjung ke obyek wisata alam Gua Pindul.

Objek wisatadi Dusun Gelaran, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo ini sepi pengunjung sejak tiga hari terakhir.

Advertisement

Haris Purnawan, pengelola Wirawisata mengatakan, biasanya setiap akhir pekan pengunjung Gua Pindul yang masuk melalui sekretariatnya mencapai lebih dari 1.500 pengunjung. “Sabtu dan Minggu kemarin pengunjung yang masuk cuma 200 orang,” kata Haris, Senin (17/2/2014)

Menurut Haris banyak wisatawan rombongan maupun perorangan yang membatalkan kunjungan ke Pindul gara-gara debu vulkanik. Setidaknya ada tiga rombongan yang membatalkan kunjungan dari wilayah Semarang, Jawa Tengah.

“Katanya jalannya banyak abu tidak bisa ke Pindul,” ucap Haris.

Kondisi yang sama juga dialami sekretariat Dewa Bejo. Selama Jumat, Sabtu dan Minggu, hanya menerima 250 pengunjung. “Ada enam rombongan sekitar 280 orang dari Jakarta yang membatalkan kunjungan per Sabtu kemarin,” kata Subagyo, pengelola Dewa Bejo.

Diakui Subagyo, sebagian yang membatalkan kunjungan ke Pindul bahkan sudah berada di hotel di Jogja. Namun wisatawan tidak berani naik ke Gunungkidul karena kondisi jalan yang penuh dengan abu vulkanik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terkait

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Rest Area Biang Macet Lebaran 2026, Kemenhub dan Jasa Marga Evaluasi

Rest Area Biang Macet Lebaran 2026, Kemenhub dan Jasa Marga Evaluasi

News
| Senin, 30 Maret 2026, 20:57 WIB

Advertisement

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing

Wisata
| Sabtu, 28 Maret 2026, 18:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement