AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Harianjogja.com, BANTUL - Hujan abu akibat erupsi Gunung Kelud Jumat (14/2/2014) membawa pengaruh terganggunya produktivitas padi di Kabupaten Bantul pada masa panen mendatang.
Dinas Pertanian (Dispertan) Bantul mencatat areal tanaman padi seluas 2.000 hektare merata di sejumlah wilayah terganggu abu vulkanik karena sedang masa penyerbukan.
Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Dispertan Bantul Sri Supatmi mengatakan areal tanam tersebut diperoleh dari laporan petugas mantri tani dan telah ditindaklanjuti ke Pemerintah DIY.
"Tanaman padi di area 2.000 hektare tersebut rentan terganggu hujan abu kemarin karena sedang usia tanam dua bulan dan proses penyerbukan," kata Supatmi, Selasa (18/2).
Menurut Supatmi, luas area tanam padi tersebut tidak dalam satu wilayah tertentu, melainkan menyebar di lahan pertanian 75 desa atau 17 kecamatan di Bantul. Tanaman padi berusia dua bulan dan sangat rentan terganggu proses penyerbukan yang tengah berlangsung.
"Ini tidak akan sampai gagal panen. Hanya membawa pengaruh penurunan hasil panen nanti karena proses penyerbukan sedikit terganggu karena pori-pori daun tertutup," ujarnya.
Menurutnya, hujan yang mengguyur beberapa kali pasca hujan abu lalu cukup menyelamatkan tanaman. Pori-pori daun sudah tidak tertutup abu dan sudah bisa melakukan fotosintesa pada jam efektif pagi hari.
"Semakin intensitas hujan sering akan lebih baik. Kita berharap saja masih akan hujan," tambah Supatmi.
Sejalan dengan beberapa kali hujan sudah turun di Bantul dan efektif mengusir debu, Dispertan Bantul hanya melakukan penyemprotan untuk lahan tanaman cabai di wilayah Sanden. Pasalnya jenis tanaman holtikultura ini paling membutuhkan penanganan kedaruratan karena abu vulkanik.
Berbeda halnya abu vulkanik di lahan pertanian Kaliurang, Desa Argomulyo Kecamatan Sedayu mengakhiri harapan petani tanaman cantel atau sorgun. Pasalnya, tanaman sorgun yang sudah mulai berbuah banyak yg tumbang karena beban abu kiriman Gunung Kelud.
Peristiwa ini telah di sampaikan mantri tani setempat dan akan segera mendapatkan penanganan dari Dispertan. (Endro Guntoro/JIBI/Harian Jogja).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Lionel Messi pensiun dari Timnas Argentina. Nomor 10 masih kosong dan AFA belum menentukan siapa penerusnya setelah laga perpisahan.
Wayne Rooney menolak menerima gelar Liga Inggris jika Man City dicabut. Ia justru mendukung hukuman degradasi dan pembatasan belanja.
OpenAI meluncurkan Dots, agen AI berbasis GPT-6 Astra yang bisa bekerja mandiri 24 jam dan terhubung dengan lebih dari 4.000 aplikasi.
Harga emas Antam, Galeri 24, dan UBS di Pegadaian hari ini, Rabu 30 September 2026, turun. Cek harga jual dan buyback lengkap semua ukuran.
Menikmati suasana senja hingga gemerlap lampu Kota Yogyakarta dari ketinggian dapat menjadi pengalaman menarik untuk menggelar berbagai acara privat