Rentenir Sasar Industri Rumahan di Ponjong

20 Februari 2014 12:07 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank keliling atau rentenir mulai menyasar pengusaha kecil industri rumahan Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong. Banyak pengusaha kerajinan tangan yang terjerat rentenir untuk modal usaha.

Ketua Kelompok Usaha Srikandi Guyub Mandiri Riyanti mengatakan, sebanyak 17 warga yang tergabung dalam kelompok usahanya semua mengandalkan modal dari rentenir. Usaha kerajinan membuat tas, sapu injuk dan ukiran batu itu tidak punya pilihan untuk menjalankan usahanya.

Srikandi Guyub Mandiri sudah berupaya mencari modal ke bank dan sempat mendapat pinjaman dari salah satu bank di Gunungkidul. Namun setelah selesai mengangsur, untuk pinjaman berikutnya diharuskan memberi agunan.

Tidak adanya modal membuat anggota Srikandi Guyub Mandiri akhirnya menerima tawaran rentenir yang menawarkan modal per anggota bisa memperoleh pinjaman Rp1 juta.

Namun pinjaman dari Rentenir tersebut kini menjadi ancaman banyak anggota yang sering meminjam, “Rentenir datang terus. Belum selesaihutang diangsur sudah datang lagi meminjamkan,” ucap Riyanti, baru-baru ini.

Dengan seringnya anggota meminjam modal dari rentenir membuat anggota Srikandi Guyub Mandiri yang seharusnya konsentrasi pada usahanya jadi kebingungan memikirkan hutang.

Menurut Riyanti, Srikandi Guyub Mandiri yang berlokasi di Dusun Gunung Krambil, Desa Sidorejo, Kecamatan Ponjong ini sudah mulai ada pesanan hasil kerajinannya untuk dipasarkan di kawasan Malioboro Jogja.

Riyanti berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bisa membantu mencarikan modal usaha Srikandi Guyub mandiri tetap berjalan. Selain itu, dia juga meminta Pemkab ikut mendampingi usahanya agar tetap berjalan.