Dinas Kimpraswil Jogja Bersihkan Abu Vulkanik di Drainase

JIBI/SOLOPOS/ Sunaryo Haryo BayuPekerja sedang membersihkan sendimen di saluran drainase di Alun-alun utara Solo, Kamis (14 - 11). Sendimen yang menumpuk tersebut mengakibatkan genangan air jika turun hujan
21 Februari 2014 17:09 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Jogja membersihkan drainase dari endapan abu vulkanis letusan Gunung Kelud untuk mengantisipasi munculnya genangan saat hujan.

"Pembersihan terus kami lakukan dengan mengandalkan tenaga swakelola yang ada di dinas. Pembersihan diutamakan untuk jalan-jalan protokol terlebih dulu," kata Kepala Bidang Drainase dan Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Jogja, Aki Lukman, Jumat (21/2/2014).

Menurut dia, petugas diminta untuk membersihkan inlet atau tempat aliran masuk air ke saluran air hujan terlebih dulu karena banyak inlet yang tertutup endapan abu vulkanis.

Aki mencontohkan, petugas dapat mengangkut tiga karung abu vulkanis saat membersihkan satu inlet di Jalan Kusumanegara. Berat abu vulkanis tersebut bisa mencapai 90 kilogram (kg).

"Petugas akan terus melakukan pembersihan atau pelumpuran drainase secara rutin hingga akhir tahun. Kami akan terus bersihkan supaya saat musim hujan nanti tidak menyebabkan genangan," katanya.

Dinas Permukiman dan Prasarana Wilayah Kota Jogja mengerahkan dua tim atau sekitar 20 petugas swakelola untuk membersihkan inlet saluran drainase. Petugas dibagi menjadi Tim Code Timur dan Code Barat.

Masing-masing tim dalam satu hari bisa membersihkan delapan hingga 19 inlet. Di Kota Jogja terdapat 556 ruas jalan.

"Untuk membersihkan inlet saluran drainase, kami tidak menggunakan dana tanggap darurat tetapi menggunakan anggaran rutin pemeliharaan," katanya.