Bupati Gunungkidul Siapkan 5 Hektare untuk Tampung Gepeng

JIBI/SOLOPOS/Dwi PrasetyaPENERTIBAN PGOT--Petugas menggandeng seorang pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) di Terminal Tirtonadi Solo, Kamis (14 - 4). Operasi gabungan Dinsosnakertrans, Satpol PP, dan Kepolisian tersebut berhasil menjaring 15 PGOT dari berbagai lokasi di Kota Solo untuk selanjutnya dibina atau dikembalikan ke daerah asal.
23 Februari 2014 12:15 WIB Ujang Hasanudin Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Bupati Gunungkidul, Badingah menyiapkan lahan seluas lima hektare untuk menjadi tempat penampungan para gelandangan dan pengemis (gepeng) di wilayahnya.

Badingah mengaku sudah menawarkan lahan seluas lima hektare di Kecamatan Panggang. Lahan ini kata Badingah merupakan bekas proyek perumahan namun mangkrak.

“Kami menawarkan lahan itu untuk menampung gepeng,” kata Badingah, usai meninjau rumah warga miskin penerima bantuan dari Kementerian Sosial di Dusun Tanjung, Desa Bleberan, Kecamatan Paliyan, Jumat (21/2/2014).

Badingah menyatakan, pihaknya hanya mampu menyediakan lahan penampungan. Untuk anggaran berbagai fasilitas rumah penampungan gepeng akan diajukan Pemkab dan Pemerintah DIY ke pemerintah pusat.

Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengapreasiasi upaya pemerintah DIY menanggulangi persoalan gepeng. Menurut dia, gepeng yang banyak dia temui di daerah-daerah lain biasanya dirazia, diberikan pakaian, kemudian dibuang kembali ke daerah lain. Kondisi tersebut tidak memberikan solusi untuk menanggulangi gepeng.

“Kami sangat mendukung langkah Pemda DIY. Segera akan kami tindaklanjuti,” tegas Salim.