PENATAAN MALIOBORO : Berhati-Hati, Pemkot Jogja Meminimalisasi Konflik

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoWarga menumpang becak saat melintas di jalan Malioboro, Yogyakarta, Rabu (15/01 - 2014). Revitalisasi kawasan Malioboro dan Stasiun Tugu segera akan direalisasikan, pembenahan infrastruktur dikawasan itu diharapakan dapat mengatasi persoalan kemacetan dan akan lebih nyaman bagi pejalana kaki.
25 Februari 2014 19:43 WIB Jumali Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja terus membuka ruang komunikasi dengan komunitas di kawasan Jalan Malioboro khususnya di sisi utara terkait dengan realisasi konsep penataan pedestrian di kawasan tersebut. Langkah ini dinilai mampu meminimalisasi kemungkinan terjadinya benturan sosial jika konsep itu direalisasikan.

“Untuk target sosialisasi tahun ini selesai. Kami harapkan kejadian seperti yang dialami warga Suryatmajan tidak terjadi. Kami lebih memilih berhati-hati,” kata Kepala UPT Malioboro Syarief Teguh kepada Harian Jogja, Selasa (25/2/2014).

Menurut Syarief, Pemkot hanya berugas untuk melakukan sosialisasi kepada komunitas di kawasan tersebut. Sedangkan untuk pembangunan pedestrian menjadi kewenangan sepenuhnya Pemda DIY.

“Soal penataan fisik akan ditangani Pemda DIY. Kami akan maksimalkan waktu yang ada untuk melakukan sosialiasi,” jelasnya.

Dia menambahkan, selain kawasan sisi utara Jalan Maliboro, saat ini penataan di sisi selatan yang mencakup depan Gedung Agung dan Alun-Alun Utara tinggal menunggu proses rekayasa lalu lintas. Rekayasa lalu lintas ini dibutuhkan agar nantinya tidak timbul permasalahan saat penataan di kawasan itu direalisasikan.

“Tinggal rekayasa lalu lintas. Setelah itu pihak Pemda DIY akan melakukan penataan fisiknya. Tahun ini kami selesai,” imbuh dia.