Kisah Saat Hujan Abu, Warga Kalibawang Kerepotan Cari Masker

Senin, 21 April 2014 13:20 WIB
Kisah Saat Hujan Abu, Warga Kalibawang Kerepotan Cari Masker

JIBI/Desi Suryanto Anak-anak siswa TK Dharma Siwi mengenakan masker saat dijemput pulang orang tuanya di Jalan Kaliurang, Pakem, Sleman, DI. Yogyakarta, Senin (22/07/2013). Hembusan yang cukup kuat hingga ketinggian 1000 Meter itu membawa material vulkanik berwujud pasir halus dan abu, material vukanik terbawa angin hingga wilayah Kulonprogo dan Kota Yogyakarta. Status Gunung Merapi tetap akitif normal.

Harianjogja.com, KULONPROGO—Luncuran material abu vulkanik Gunung Merapi sampai wilayah Kalibawang Kulonprogo, Minggu (20/4/2014) pagi.

Hujan abu tipis mulai terlihat pukul 05.30 WIB hingga baru benar-benar tidak nampak pukul 10.00 WIB.

Hujan abu tidak sampai menganggu aktivitas warga sebagaimana material Gunung Kelud yang terjadi Februari lalu. Kendati begitu, warga mengaku repot mencari masker karena tidak memiliki persediaan di rumah.

"Pagi-pagi apotek belum buka, ini saja tadi kebetulan ada tetangga yang masih punya sisa persediaan memberikan secara cuma-cuma," ujar Atik, 40, warga Desa Banjarharjo, Minggu (20/4/2014) pagi.

Aktivitas di Pasar Bogo, desa setempat juga tetap berjalan normal. Pasar tumpah yang berada di pinggir Kalibawang - Magelang itu tidak terganggu aktivitasnya lantaran abu di jalan kerap mengepul ketika kendaraan besar melintas.

"Yang penting barang dagangan kami tutupi agar abu tidak mengotori," tandas Atik.

Sementara Marino, 45, warga setempat justru sibuk menutupi bibir sumur saat pertama kali melihat ada hujan abu. Dia khawatir matereial gunung berapi itu akan masuk ke sumur sehingga air sumurnya tak lagi jernih, sama seperti yang terjadi saat hujan abu Kelud beberapa waktu lalu.

"Meski cuma hujan abunya enggak pekat saya tetap tutupi sumur. Apalagi awal-awalnya terlihat kerap turunnya," paparnya dalam kesempatan serupa.

Hujan abu tipis yang turun di wilayah Kalibawang menyebabkan sejumlah lahan tebu terlihat putih kehijauan. Atap rumah warga juga kotor oleh material abu vulkanis itu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online