Anggaran Transfer ke Daerah Turun, Ekonom Soroti Resentralisasi
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Graffiti bertuliskan dukungan untuk kelompok ekstremis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terpampang di tembok toko sebelum Pasar Karangpandan, Karanganyar, jawa Tengah, Minggu (3/8/2014). Graffiti serupa juga tampak di sepanjang jalur jalan Solo-Tawangmangu hingga jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan, Jawa Timur.
Harianjogja.com, BANTUL - Gerakan ekstrim kanan seperti ISIS mulai terendus muncul di Bantul. Setiap pihak diimbau lebih waspada.
Adapun daerah yang diketahui disusupi organisasi massa (ormas) ekstrim ini berada di wilayah Pandak, Sedayu, dan Kasihan. Fakta itu terungkap dengan adanya bendera berwarna hitam yang terpasang di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Pandak dalam beberapa hari ini.
"Memang lambangnya beda dengan ISIS. Tapi warnanya sama dan bendera itu asing belum kami pahami maksud panji dalam bendera itu," ujar seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama kepada Harianjogja.com, Selasa (5/8/2014).
Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu langsung memberikan informasi ke jaringan pemuda melalui media sosial serta seruan pribadi agar semua masyarakat tidak terpancing mengikuti kelompok yang tidak senafas dengan keberagaman dan pluralisme. Di dunia maya, upload gambar bendera yang diambil di salah satu lokasi di Pandak juga langsung mendapat respon beragam dukungan rekan sejawat yang mengaku resah munculnya kabar pergerakan aliran ektrim kanan tersebut.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan belum bisa memastikan pergerakan kekuatan baru berkedok gerakan islam dan aliran garis keras tersebut.
"Kami belum menyimpulkan tapi baru kami dalami untuk gejala-gejala awal terus kita amati," ujarnya ditempat terpisah.
Meski belum menunjukkan wilayah mana saja di Bantul yang rawan, pihaknya tetap memantau pergerakan di seluruh wilayah hukum di Bantul. Ia juga berpesan kalangan jurnalis untuk selektif memberitakan pergerakan aliran ektrim kelompok garis keras ini agar tidak justru membangun kekuatan kelompok masa serupa.
Senada juga diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bantul Yasmuri. Ia mengajak seluruh ormas islam di Bantul, baik Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah aktif membentengi umat dari pengaruh gerakan radikal yang mengatasnamakan islam tersebut.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan koordinasi baik dengan forpimda, kepolisian dan TNI, juga tokoh masyarakat di Bantul membentengi gerakan yang memang tidak layak muncul di Bantul," ujarnya dihubungi melalui sambungan telepon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran Transfer ke Daerah turun dari Rp848,52 triliun pada 2025 menjadi Rp727,2 triliun pada 2026. Ekonom menyoroti risiko resentralisasi.
Jerman, Kanada, Australia, Selandia Baru, UEA, Belanda, dan Spanyol menawarkan jalur kerja bagi warga asing. Cek persyaratan visa sebelum mendaftar.
Apple memasukkan MacBook 12 inci 2017, iPad generasi keenam, dan BeatsX ke daftar obsolete. Simak dampaknya bagi pengguna dan layanan servis.
Java United unggul 1-0 atas Bali United pada babak pertama pekan kelima Super League 2026/2027. Gol Riyan Ardiansyah tercipta menit ke-14.
Persijap Jepara tertinggal 0-1 dari Isenmulang Kalteng FC pada babak pertama. Gol Modou Manneh tercipta pada menit ke-21.
PSS Sleman menyiapkan diri menghadapi Persebaya di GBT setelah menang 3-0 atas PSM. Kondisi cedera Moussa Bagayoko masih dipantau.