Perjalanan Wisnus Tembus 938,84 Juta hingga September 2026
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
Graffiti bertuliskan dukungan untuk kelompok ekstremis Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terpampang di tembok toko sebelum Pasar Karangpandan, Karanganyar, jawa Tengah, Minggu (3/8/2014). Graffiti serupa juga tampak di sepanjang jalur jalan Solo-Tawangmangu hingga jalan tembus Cemoro Sewu-Sarangan, Jawa Timur.
Harianjogja.com, BANTUL - Gerakan ekstrim kanan seperti ISIS mulai terendus muncul di Bantul. Setiap pihak diimbau lebih waspada.
Adapun daerah yang diketahui disusupi organisasi massa (ormas) ekstrim ini berada di wilayah Pandak, Sedayu, dan Kasihan. Fakta itu terungkap dengan adanya bendera berwarna hitam yang terpasang di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Pandak dalam beberapa hari ini.
"Memang lambangnya beda dengan ISIS. Tapi warnanya sama dan bendera itu asing belum kami pahami maksud panji dalam bendera itu," ujar seorang tokoh muda Nahdlatul Ulama kepada Harianjogja.com, Selasa (5/8/2014).
Pria yang tidak mau disebutkan namanya itu langsung memberikan informasi ke jaringan pemuda melalui media sosial serta seruan pribadi agar semua masyarakat tidak terpancing mengikuti kelompok yang tidak senafas dengan keberagaman dan pluralisme. Di dunia maya, upload gambar bendera yang diambil di salah satu lokasi di Pandak juga langsung mendapat respon beragam dukungan rekan sejawat yang mengaku resah munculnya kabar pergerakan aliran ektrim kanan tersebut.
Kapolres Bantul AKBP Surawan mengatakan belum bisa memastikan pergerakan kekuatan baru berkedok gerakan islam dan aliran garis keras tersebut.
"Kami belum menyimpulkan tapi baru kami dalami untuk gejala-gejala awal terus kita amati," ujarnya ditempat terpisah.
Meski belum menunjukkan wilayah mana saja di Bantul yang rawan, pihaknya tetap memantau pergerakan di seluruh wilayah hukum di Bantul. Ia juga berpesan kalangan jurnalis untuk selektif memberitakan pergerakan aliran ektrim kelompok garis keras ini agar tidak justru membangun kekuatan kelompok masa serupa.
Senada juga diungkapkan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bantul Yasmuri. Ia mengajak seluruh ormas islam di Bantul, baik Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhamadiyah aktif membentengi umat dari pengaruh gerakan radikal yang mengatasnamakan islam tersebut.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan koordinasi baik dengan forpimda, kepolisian dan TNI, juga tokoh masyarakat di Bantul membentengi gerakan yang memang tidak layak muncul di Bantul," ujarnya dihubungi melalui sambungan telepon.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPS mencatat 938,84 juta perjalanan wisatawan nusantara sepanjang Januari-September 2026, naik 4,10% dan tertinggi sejak 2019.
FSMR ISI Jogja mengembangkan ARTI untuk menghimpun, mengelola, melestarikan, dan menyebarluaskan karya seni digital dosen serta mahasiswa.
BPS mencatat IPM DIY 2026 mencapai 83,43 atau tumbuh 1,15%. Kota Jogja mencatat nilai tertinggi sebesar 90,28.
FIPGB menyoroti pembatasan gas oleh PGN yang dinilai membuat industri tak sepenuhnya menikmati harga LNG US$13 per MMBTU hingga akhir 2026.
Pemerintah menargetkan revisi keempat aturan DHE SDA rampung akhir November 2026, termasuk relaksasi konversi valas ke rupiah hingga 100%.
Gunung Semeru kembali erupsi pada Jumat sore dengan awan panas guguran sejauh 5 km ke arah tenggara. BPBD Lumajang memperketat pemantauan.