DPRD Gunungkidul Siapkan Net dan Bola Voli untuk Masyarakat
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Ilustrasi pengeroyokan (JIBI/Solopos/Dok./Google image)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Sutanto, 20, pemuda asal Dusun Balong, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul babak belur dihajar orang tak dikenal, Kamis (7/8/2014) sekitar pukul 23.45 WIB. Kasus pengroyokan itu saat ini ditangani Polsek Gedangsari.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, aksi pengeroyokan yang terjadi bermula dari acara nonton organ tunggal di Desa Hargomulyo. Saat itu, Sutanto dan keempat teman lainnya menonton acara syawalan yang menghadirkan hiburan organ tunggal. Saat akan pulang, tepatnya di pertigaan Clongop, Dusun Mangli, Desa Hargomulyo dia berpapasan dengan sekumpulan pemuda. Tak jelas apa penyebabnya, Sutanto terlibat adu mulut dan berujung pada pengeroyokan.
Akibat kejadian itu, Sutanto mengalami luka lebam di bagian mata, robek di bagian telinga bagian kiri serta kepala bagian belakang mengalami pembekakan. Tak terima dengan pengeroyokan tersebut, Jumat (8/8/2014) pukul 03.00 WIB, Sutanto melaporkan kejadian itu ke Polsek Gedangsari.
Kepada polisi Sutanto mengaku menjadi korban pengeroyokan. Aksi itu terjadi juga hanya karena masal sepele, yakni salah paham saat perjalanan pulang sehabis nonton musik dangdut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul menyiapkan bantuan sarana olahraga untuk masyarakat. Net dan bola voli masuk APBD Perubahan 2026.
Tito Karnavian menegaskan larangan membuka lahan dengan cara membakar tanpa kecuali melalui Instruksi Mendagri Nomor 1 Tahun 2026.
Isi chat dugaan cashback Rp4.000 per kilogram pengadaan telur SPPG di Sukoharjo viral. BGN akan mengecek dugaan tersebut.
OIKN meminta warga melaporkan titik api di IKN melalui aplikasi IKNOW di tengah ancaman karhutla akibat fenomena El Nino.
Bareskrim menyebut 72 tersangka karhutla diduga sengaja membakar hutan dan lahan untuk membuka perkebunan sawit.
TNI AU dan BNPB mengevakuasi korban gempa NTT dengan helikopter. TNI AL juga melakukan operasi medis di KRI dr. Soeharso-990.