Advertisement
Dalang Ki Sutono Hadi Sugito Berpulang
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Kejenakaan Ki Sutono Hadi Sugito kini akan selalu dikenang oleh para penggemar pertunjukan wayang di Jogja. Putra mendiang maestro dalang, Ki Hadi Sugito ini telah menghembuskan nafasnya yang terakhir Senin (11/8/2014) lalu karena serangan jantung.
Jenazah Ki Sutono kemudian dikebumikan di pemakaman yang sama dengan ayahandanya di pemakaman umum Pedukuhan VI Desa Tayuban, Panjatan, Kulonprogo, Selasa (12/8/2014).
Advertisement
Iring-iringan pelayat mengantarkannya ke peristirahatannya yang terakhir. Pemakaman yang berlangsung khidmat tersebut juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo.
“Kami sekeluarga mendapat sedikit firasat sebelum kepergian beliau. Saat itu hari ketiga Lebaran kami sekeluarga kumpul di rumah ibu di Srandakan. Beliau mengutarakan keinginannya agar dapat dipertemukan lagi dengan keluarga di Toyan,” kenang Sumbodo, 51, adik Ki Sutono.
Sejak ayahnya meninggal, komunikasi dengan keluarga di Toyan, Triharjo, Wates yakni kediaman Hadi Sugito, langsung terputus. Almarhum yang meninggalkan tiga orang istri dan sembilan anak ini sempat menyatakan keinginannya untuk kembali ke rumah tersebut.
“Mas Tono juga bilang ke ibu saya, dia ingin memuliakan ibu. Ternyata kata-kata itu menjadi semcam pertanda,” imbuh Sumbodo.
Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo yang turut melayat juga mengungkapkan rasa kehilangan atas kepergian seniman dalang terbaik kabupaten ini.
Gaya mendalang Ki Sutono selalu memadukan kreatifitas yang inovatif. Dalam setiap penampilannya Ki Sutono selalu menyelipkan sesuatu yang unik.
“Meski selalu menampilkan kolaborasi yang unik, tapi Ki Sutono tidak pernah melepaskan pakem pedalangan. Beliau selalu bisa mengikuti perkembangan jaman, sehingga penampilannya disukai oleh semua kalangan,” ujar Sutedjo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Kronologi Brutal Pengeroyokan di Sleman, Berawal dari Geber Motor
- Rekening Donasi Dibuka untuk Warga Iran Terdampak Konflik
- Jadwal KRL Jogja Solo Jumat 3 April 2026, Padat Seharian Tarif Tetap
- Jelang Muscab, PKB Bantul Matangkan Konsolidasi Partai
- HUT ke-80 Sultan HB X, 16 Ribu Nasi Angkringan Ludes di Malioboro
Advertisement
Advertisement






