Kali Oya Mengering, Warga Semin Berburu Emas
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Sebuah kapal pencari ikan milik nelayan Baron terbalik setelah terhempas ombak besar, Sabtu (15/11/2014) siang. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun pemilik kapal Senen,45, harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara, dua nelayan lainnya Tukijan, 42, dan Wanto,28, berhasil menyelamatkan diri.
Diduga penyebab terjadinya kecelakaan itu dikarenakan kapal jukung tersebut penuh dengan muatan ikan. Naasnya, saat akan berlabuh kapal terlalu merapat dengan gunung karang di bagian barat Pantai Baron. Saat dihantam ombak, kapal menjadi oleng dan menghantam karang.
Salah seorang nelayan Pantai Sadeng Margono mengatakan, kejadian terbaliknya kapal terjadi kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, tetapi pemilik kapal, Senen harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Dia [Senen] mungkin kecapekan dan terlalu banyak minum. Jadi, setelah diselamatkan langsung dirujuk ke rumah sakit,” kata Margono kepada Harianjogja.com, kemarin.
Menurut dia, saat kejadian, Senen tidak ikut melaut, karena di di atas perahu hanya mengangkut dua orang nelayan (Tukijan dan Wanto). Namun, dikarenakan melihat perahunya akan terbalik gara-gara menabrak karang, korban berusaha menyelamatkan perahunya supaya tidak terbalik.
“Apa daya usahanya sia-sia, tapi beruntung ada nelayan lain yang ikut menolong sehingga korban dapat diselamatkan,”ungkapnya.
Selain harus mendapatkan perawatan, Senen juga mengalami kerugian yang tidak sedikit. Meski ikan hasil tangkapan bisa diselamatkan, kapalnya mengalami rusak sangat parah. Diperkirakan, kerugian yang diderita Senen mencapai jutaan rupiah. Pasalnya, beberapa bagian kapal, mulai depan, belakang dan tengah mengalami keretakan.
“Kapal masih bisa diperbaiki, tapi harus mengeluarkan biaya yang besar. Sebab, kerusakan kapal lumayan parah,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Koordinator Tim SAR Satlinmas wilayah II Baron, Marjono saat dihubungi kemarin membenarkan telah terjadi kecelakaan laut. Akibatnya, salah seorang nelayan harus dirawat di rumah sakit.
“Informasi yang saya dapatkan, diduga perahu naas itu dihantam ombak yang besar dan terbalik,” ungkapnya.
Namun, secara detail belum bisa membeberkan kronologi kecelakaan. Sebab, di waktu yang hampir bersamaan dia baru menyelesaikan pelatihan di Kota Jogja.
“Saya belum bisa memberikan detail kronologinya, karena saat kejadian, saya tidak berada di lokasi. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi anggota SAR di Baron,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.
Disdukcapil Kulonprogo mengingatkan warga soal penipuan aktivasi IKD yang meminta Rp10.000, nomor rekening hingga kode OTP.
Gempa M5,6 mengguncang barat daya Bayah Banten pada Senin sore. BMKG memastikan gempa berkedalaman 10 km itu tak berpotensi tsunami.
JNE menggandeng visual artist Muklay menyulap armada pengiriman menjadi galeri seni berjalan jelang HUT ke-36 bertema “Melesat Hebat”.
Sleman memperkuat budaya literasi melalui perpustakaan. Layanan keliling bahkan menjangkau sekitar 128.000 pengunjung dalam setahun.
Poprida DIY 2026 digelar 14–23 September dengan 544 atlet. Paku Alam X menekankan disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan kehormatan.