Tarif dan Rute Trans Jogja 2026, Mulai Rp500 untuk Pelajar
Cek tarif dan rute Trans Jogja 2026. Tarif mulai Rp500 untuk pelajar, tersedia pembayaran tunai, kartu elektronik, QRIS, dan GoPay.
Mencangkul di pekarangan rumahnya, warga Tempel Sleman menemukan mortir yang diduga merupakan peninggalan Belanda
Harianjogja.com, SLEMAN - Warga Dusun Kromodangsan, Lumbungrejo, Tempel, Sleman digegerkan oleh temuan sebuah mortir, di pekarangan milik Hana, 40, pada Rabu (24/11/2014). Mortir itu diduga merupakan peninggalan Belanda saat revolusi fisik terjadi.
Temuan mortir itu berawal saat Hana mencangkul di area pekarangan miliknya sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah mencangkul selama beberapa menit di pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba Hana menemukan gumpalan menyerupai besi yang diduga mortir.
Benda itu sempat mengenai mata cangkul milik Hana yang dihunjamkan ke dalam tanah. Saat itu ia kaget dan setelah disaksikan dengan seksama karena ada kemiripan dengan mortir kemudian memberitahu tetangganya.
Setelah banyak warga berdatangan menyaksikan, mereka baru sadar bahwa benda itu benar-benar bahan peledak jenis mortir. Pemilik pekarangan itu pun melaporkan ke Mapolsek Tempel.
Kapolsek Tempel Kompol Nugroho menjelaskan pihaknya menindaklanjuti setelah mendapatkan laporan warga. Selain mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia juga langsung melaporkan temuan itu Polres Sleman dan diteruskan ke Brimob Polda DIY.
"Kemudian dari Detasemen Gegana datang ke lokasi dan memang benda tersebut adalah mortir," ungkap Kapolsek, Kamis (25/12/2014).
Ia menambahkan mortir itu kemudian dibawa oleh tim Gegana melalui tahapan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Berdasarkan keterangan tim Gegana, lanjutnya, mortir itu diduga peninggalan Belanda.
"Kami imbau kepada masyarakat jika menemukan benda aneh seperti dugaan handak [bahan peledak] sebaiknya melapor ke pihak berwajib agar segera bisa ditangani," imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek tarif dan rute Trans Jogja 2026. Tarif mulai Rp500 untuk pelajar, tersedia pembayaran tunai, kartu elektronik, QRIS, dan GoPay.
BMKG memprakirakan cuaca kota besar Indonesia pada Selasa didominasi berawan. Sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan dan udara kabur.
Sebanyak 237 penyintas gempa Flores mulai pulang dari GOR Samador. Pemerintah menyiapkan bantuan rumah rusak hingga Rp30 juta.
Saham BMRI turun 0,47% ke Rp4.200 pada perdagangan 24 Agustus 2026 di tengah polemik rekening Supriyono alias Mas Botok.
Andre Rosiade meminta publik tak resah soal rekening Mas Botok dan menegaskan bank bekerja sesuai prosedur serta koridor hukum.
Kabut asap karhutla menyelimuti enam wilayah Sumbar akibat kiriman dari provinsi tetangga. Warga diminta memakai masker dan membatasi aktivitas luar.