Warga Tutup Jalan Rusak

Jalan rusak di Dusun Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, ditutup warga setempat, Selasa (30/12/2014). (JIBI/Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
01 Januari 2015 06:20 WIB Rima Sekarani Sleman Share :

Warga tutup jalan rusak secara mandiri. di Dusun Palgading, Ngaglik Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN-Setengah badan jalan rusak di Dusun Palgading, Sinduharjo, Ngaglik, akhirnya ditutup warga setempat, Selasa (30/12/2014). Meski sudah sepekan rusak, belum ada satupun petugas dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan (DPUP) Kabupaten Sleman yang datang untuk memperbaiki jalan tersebut.

Pantauan Harianjogja.com, penutupan jalan tersebut membuat kendaraan kesulitan melintas. Penyempitan badan jalan membuat kendaraan dari arah barat harus bergantian lewat dengan kendaraan dari arah timur.

Romli, warga Palgading mengungkapkan jalan rusak yang tidak jauh dari rumahnya tersebut sudah mencelakakan enam pengendara sepeda motor.

"Bahayanya terutama kalau malam. Ngebut tapi tidak tahu kalau ada jalan rusak," ungkap Romli kepada Harianjogja.com, Selasa pagi.

Romli memaparkan, sebelumnya, warga hanya memasang batu dan menanam pohon pisang pada bagian jalan yang berlubang. Namun, ternyata tanda itu ikut rusak karena ditubruk para pengendara.

"Dipasang lagi tapi hilang lagi lalu ada yang jatuh lagi," ujarnya.

"Akhirnya ditutup sekalian pakai plastik, dari pada ada korban lagi. Soalnya ini jalan alternatif ke Jalan Kaliurang. Jadinya memang ramai," imbuh pria
berusia 29 tahun itu.

Romli mengaku tidak tahu bagaimana cara melaporkan kondisi kerusakan jalan kepada dinas terkait.

"Tapi sebelumnya, ada petugas yang ke situ untuk memperbaiki drainase yang tersumbat. Eh tidak lama setelah itu kok jalannya rusak dan tidak ada petugas yang datang," papar Romli.

Ditemui terpisah, Kepala Bidang Bina Marga DPUP Sleman, Mirza Anfansury mengatakan, pihaknya belum mendapatkan laporan jalan rusak di Palgading.

“Belum. Nanti kita tinjau ke lokasi dulu,” katanya, Selasa siang.

Soal aksi penutupan jalan oleh warga setempat, Mirza mengaku tidak keberatan.

“Tidak apa-apa. Itu bentuk kepedulian warga. Setelah ini akan kita perbaiki secepatnya,” ujar Mirza.

Menurut Mirza, jumlah titik kerusakan jalan biasanya memang bertambah saat musim hujan.

“Kalau musim hujan begini, memang jadi lebih cepat rusak. Jalan-jalan yang mulai retak juga kami perbaiki untuk cegah kerusakan yang lebih parah,” paparnya.