PETERNAKAN GUNUNGKIDUL : Tetelo Menyerang, Harga Jual Ayam Melonjak

Penyakit tetelo pada ayam (www.blogternakayam.blogspot.com)
07 Januari 2015 18:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Peternakan Gunungkidul, tetelo yang mulai menginfeksi dan membuat sejumlah ayam mati mengakibatkan pasokan menurun. Alhasil, harga jual ayam kampung naik drastis.

Harianjogja.com, SLEMAN-'Serangan' tetelo secara tidak langsung meningkatkan harga jual ayam kampung. Pasalnya, ayam semakin sulit didapatkan.

Dampak lain dari serangan virus tersebut, harga ayam kampung di pasaran melonjak drastis. Biasanya ayam-ayam itu dijual Rp32.000 per ekor. Namun, sejak satu pekan lalu harganya menjadi Rp40.000 per ekor.

“Saat ini ayam kampung sulit dicari. Kalau ada harganya juga telah naik,” kata Ika Wahyuningsih, salah seorang penjual ayam goreng di Wonosari, kemarin.

Menurut dia, kelangkaan ayam sudah hal terbiasa saat musim hujan tiba. Sebab, kondisi tersebut terus terulang tiap tahunnya.

“Mayoritas dikarenakan serangan virus tetelo. Saat terserang virus ini perlahan-lahan daya tahan tubuh akan menurun dan akhirnya mati,” papar Ika.

Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul Krisna Berlian tidak menampik adanya serangan tetelo saat musim hujan. Namun, dia menegaskan selama ini belum ada kejadian yang luar biasa.

“Serangan itu memang ada, tapi intensitasnya relative kecil. Hingga saat ini, saya juga belum menerima laporan pastinya berapa,” kata Krisna, kemarin.

Dia menjelaskan, penyakit ini memang susah untuk disembuhkan. Namun, masyarakat bisa melakukan tindakan pencegahan dengan cara menjaga kebersihan kandang serta memberikan makanan yang bernutrisi, baik dari sisi kecukupan gizi maupun vitamin.

“Paling aman dilakukan penyemprotan disinfektan secara berkala. Masyarakat juga bisa memberikan minuman dari obat-obatan herbal kombinasi dari jahe dan kencur untuk pencegahan,” ungkap Krisna.