Ada Calon Siswa Jalur Afirmasi Ternyata Anak PNS Gunungkidul
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
Suasana di Pantai Nguyahan, Jumat (9/1/2015). Dengan menggunakan dana dari program pengentasan kemiskinan, Kecamatan Saptosari bersolek untuk mempercantik kawasan wisata di sana. (JIBI/Harian Jogja/David Kurniawan)
Penataan Gunungkidul terkhusus untuk pelebaran jalan ke Pantai Nguyahan diharapkan dapat segera dilakukan.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kelompok Sadar Wisata Pantai Nguyahan, Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari mengeluhkan sempitnya jalur menuju pantai. Akibatnya, pengembangan wisata belum berjalan maksimal, karena sering kali terjadi kemacetan.
Ketua Pokdarwis Pantai Nguyahan Sukiman berharap agar akses menuju kawasan pantai segera diperlebar. Terlebih lagi, saat ini Kecamatan
Saptosari sedang gencar-gencarnya melakukan penataan kawasan pariwisata.
"Misalnya di sini, pemerintah sudah membuat kios-kios untuk ditempati pedagang. Namun, akses jalan yang ada belum memadai," kata Sukiman
kepada Harianjogja.com, akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, selain sempit kondisi jalan yang banyak tikungan menjadi kendala tersendiri. Akibatnya, jalan sangat susah dilewati kendaraan
dengan ukuran besar.
"Kondisi ini mulai dari Pasar Trowono (Karangasem, Paliyan) hingga Pantai Ngobaran. Mudah-mudahan, bisa segera diperlebar sehingga
perkembangan wisata bisa lebih cepat lagi," kata dia.
Sementara itu, Camat Saptosari Jarot Hadiatmojo mengakui bila perkembangan wisata di Saptosari mengalami perkembangan pesat. Meski
demikian, sempitnya akses jalan menjadi kendala tersendiri, akibatnya sering kali terjadi kemacetan saat musim liburan.
"Misalnya saat perayaan tahun baru lalu, kemacetan sampai di dekat kecamatan. Padahal, jarak pantai dengan pantai mencapai belasan
kilometer," kata Jarot.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berencana memperlebar jalan menuju kawasan pantai di Saptosari. Pelebaran dimulai dari
Pasar Trowono hingga Pantai Ngobaran.
"Rencananya sisi kanan diperlebar dua meter dan sisi kiri juga dua meter. Tapi, saat ini masih proses pembebasan tanah. Mudah-mudahan
tahun depan pembangunan fisik sudah bisa dimulai," kata Jarot.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Temuan SPMB Gunungkidul, seorang calon siswa jalur afirmasi tercatat DTSEN desil 2 meski orang tuanya berstatus PNS. Data dilaporkan untuk diperbarui.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.
Mensos Syaifullah Yusuf menegaskan validitas data menjadi kunci Program Sekolah Rakyat agar bantuan pendidikan tepat sasaran bagi keluarga miskin.
Serangan babi hutan dan monyet merusak 5 hektare ladang petani Badui di Lebak. Kerugian diperkirakan mencapai Rp25 juta.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.