KECELAKAAN LAUT : Mahasiswa Hanyut Masih Dalam Pencarian

Anggota SAR Satlinmas Wilayah I Gunungkidul ketika mencari korban (JIBI/Harian Jogja - dok. SAR SATLINMAS Wilayah I Gunungkidul)
13 Januari 2015 13:40 WIB Kusnul Isti Qomah Gunungkidul Share :

Kecelakaan laut yang menimpa Muhammad Agniya Rasyada masih dalam pencarian.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yang hanyut di Pantai Siung, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus Minggu (11/1/2015) hingga kini masih dalam pencarian.

Kepala Polsek Tepus Ajun Komisaris Polisi (AKP) Yulianto mengungkapkan, penyisiran masih terus dilakukan. Namun, belum ada tanda-tanda penemuan tubuh Muhammad Agniya Rasyada, 20.

“Sampai saat ini belum ketemu. Pemantauan dan pencarian terus dilakukan oleh Tim SAR,” ungkap dia, Senin (12/1/2015).

Koordinator Search And Rescue (SAR) Satlinmas Wilayah I Gunungkidul Handoko mengatakan, untuk pencarian, dikerahkan 16 personil. Mereka dibagi menjadi dua regu penyisiran. Penyirisan akan difokuskan pada penyisiran tebing.

“Untuk penyisiran dengan kapal, kami menyesuaikan dengan ketinggian gelombang, tinggi gelombang saat ini sekitar enam feet,” ujar dia.

Ia mengatakan, kejadian bermula ketika korban bersama 13 orang temannya bermain di laut. Warga dan Anggota SAR sudah memperingatkan agar korban tidak berenang karena kondisi gelombang yang mengalami kenaikan.

Selain itu, menurutnya, korban berenang di area keluar masuk kapal yang merupakan titik berbahaya. Sayangnya, korban tidak mengindahkan peringatan tersebut. Gelombang besar pun datang dan menghantam korban. Korban kemudian terhanyut arus balik.

Handoko mengungkapkan, koban masih sempat berteriak minta tolong. Anggota SAR yang berjaga pun berusaha menolong dengan melemparkan tali. Sayangnya, korban tak berhasil meraih tali yang jaraknya sekitar satu meter.

“Kami langsung menurunkan satu unit kapal untuk pencarian. Tapi, kondisi gelombang dan angin menjadi kendala,” ungkap dia.

Ia mengimbau, wisatawan selalu berhati-hati ketika bermain di Pantai. Wisatawan diharapkan mengindahkan setiap imbauan dari penduduk sekitar dan Tim SAR. Menurutnya, pada hari yang sama, dua remaja putri hampir menjadi korban di Pantai Wediombo, Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo.

“Mereka berhasil diselamatkan. Hanya mengalami luka-luka karena tekena karang,” pungkas dia.