UNGGAS MATI MENDADAK : Musim Hujan Penyebab Unggas Rentan Terinfeksi

Petugas PDSR Diskepenak Kulonprogo dan warga menyemprot disinfektan pada bungkusan bangkai burung puyuh yang akan diujikan ke laboratorium Balai Besar Veteriner (BBVET). (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
13 Januari 2015 09:20 WIB Kulonprogo Share :

Unggas mati mendadak di Lendah diduga disebabkan virus H5N1 jenis baru. Adapun musim hujan menjadi salah satu faktor penyebab unggas rentan terinfeksi bakteri atau virus dan mengakibatkan.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Virus H5N1 yang menyerang unggas di Dusun Sedan, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah diduga merupakan jenis virus baru. Balai Besar Veteriner (BBVet) akan lakukan uji lab dengan PCR.

Sebelumnya, uji sample yang dilakukan Participatory Diseases Surveillance Response (PDSR) dari Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan (Diskepenak) Kulonprogo menggunakan rapid test. Namun, tes tersebut menunjukkan hasil negatif.

"Kami pakai metode uji yang sama. Nanti akan kami akan klasifikasi, apakah virusnya melenceng jauh atau tidak. Untuk mengetahui detail jenis virusnya kami akan lakukan uji sample dengan metode PCR [Polymerase Chain Reaction]," papar Patologis Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates DIY Waluyo Budi Priyono, Senin (12/1/2015).

Lebih lanjut dia mengungkapkan kasus unggas mati mendadak ini turut disebabkan musim hujan. Pada musim-musim seperti ini, unggas akan sangat rentan terinfeksi bakteri atau virus. Waluyo memprediksi, kondisi tersebut akan berlangsung paling tidak hingga bulan April.

Hal itu juga ditegaskan Kabid Kesehatan Hewan Diskepenak Kulonprogo Drajat Purbadi. Pada musim hujan, kondisi udara cenderung lembab. Kelembaban di sekitar lingkungan kandang pun juga meningkat.

"Kondisi tersebut dapat memicu berkembangnya virus dan penyakit untuk unggas. Apalagi burung puyuh, tingkat kerentanan terhadap penyakit sangat tinggi," jelas Drajat.