HARGA BBM : Harga Baru Berlaku, SPBU Diserbu

Pengendara sepeda motor mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jl. M.T. Haryono, Manahan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (17/12/2014). Terhitung mulai Minggu (14/12/2014), harga Pertamax turun dari Rp10.600 menjadi Rp10.300. Penurunan harga BBM jenis Pertamax itu mengakibatkan lonjakan peningkatan penjualan Pertamax hingga 50%. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI - Solopos)
19 Januari 2015 23:40 WIB Jogja Share :

Harga BBM yang baru ditetapkan pemerintah mulai berlaku, akibatnya, SPBU di Bantul diserbu pembeli

Harianjogja.com, BANTUL - Kebijakan berlakunya harga bahan bakar minyaK (BBM) berlaku mulai hari Senin (19/1/2015) sejumlah SPBU di Bantul langsung diserbu konsumen warga Bantul.

Warga masyarakat langsung memborong jenis premium, pertamax dan solar sesuai kebutuhan bahan bakar kendaraannya.

Lonjakan pembeli BBM ini merata di seluruh SPBD di Bantul menyusul banyaknya konsumen yang memilih menunda pembelian BBM dalam dua hari terakhir setelah mendengar pengumuman langsung pemerintah.

Pantauan Harianjogja.com di beberapa SPBU di Bantul antrian sepeda motor cukup panjang terlihat pada pagi hari, tepatnya jam masuk kerja. Penumpukan pembeli terlihat panjang dibanding hari biasanya.

"Antrean panjang dan stok dipastikan mencukupi," kata Agus Wiyarto, pengelola SPBU di Jalan Imogiri Timur.

Di SPBU ini meskipun antrean panjang dapat diatasi petugas dengan dimanfaatkannya lajur pengisian kendaraan roda empat untuk melayani pembeli premium dengan sepeda motor.

Diakui Agus, sebelum harga baru BBM diresmi diberlakukan Senin dini hari mulai pukul 00.00 WIB konsumsi BBM cenderung menurun. Konsumen cenderung memilih menunggu harga baru yang lebih murah.

Pandangan sama juga terlihat di SPBU Jalan Wonosari-Jogja, Srimulyo, Piyungan yang menjadi jalur utama antar kabupaten antrean pembeli terlihat sejak pagi.

Tidak berbeda dengan SPBU di kawasan Goze, Bantul penumpukan pembelian terlihat lebih banyak dibanding hari biasa. Hal ini juga diakibatkan karena tidak adanya stok premium di tingkat pengecer.

"Antrinya lumayan panjang sekitar 20  menit baru bisa terlayani," singkat Handy, pelajar SMA di Jogja ditemui usai SPBU, Pucung di Jalan Jogja-Bantul.

Antrean konsumen pengguna BBM untuk kendaraan mulai menurun selepas jam masuk kerja pukul 08.00 WIB. Antrean kembali terlihat lagi untuk penjual eceran BBM dibeberapa SPBU. Mereka tetap diberlakukan aturan pembatasan pembelian premium maksimal 20 liter per hari.

"Kemarin tiga gari sengaja tidak beli karena tidak mau spekulasi. Kalau tidak habis pasti rugi. Jadi beli sekarang sudah harga baru," ungkap Totok pengecer premium di Imogiri.