BANJIR BANTUL : Kerugian Ditaksir Sampai Ratusan Juta Rupiah

Warga bentaran Sungai Gajah Wong Senin (19/1/2015) melakukan evakuasi barang-barang yang tersisa dan dapat diselamatkan paska-tanggul jebol pada Minggu (18/1/2015) sore. (JIBI/Harian Jogja - Gigih M. Hanafi)
20 Januari 2015 21:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Banjir Bantul, akibat jebolnya tanggul Sungai Gadjah Wong, kerugian ditaksir hingga ratusan juta.

Harianjogja.com, BANTUL-Jebolnya tanggul Sungai Gadjah Wong pada Minggu (18/1/2015) mengakibatkan dua rumah warga setempat rusak dan menghanyutkan enam ekor kambing beserta kandangnya. Genangan air juga mengenai 35 kolam ikan milik kelompok warga setempat. BPBD Bantul memprediksi kerugian akibat bencana tersebut mencapai hingga ratusan juta rupiah.

"Satu kolam saja kami tanya ke pengelola rugi satu hingga lima juta, belum kerugian rumah warga juga hewan ternak dan tanggul yang jebol," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) Kabupaten Bantul Dwi Daryanto, senin (19/1/2015).

Senin siang, sejumlah instansi seperti BPBD Bantul dan DIY, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWS) dan Sumber Daya Air (SDA) tengah membahas upaya penyelesain dampak bencana itu. Apakah akan merelokasi dua keluarga yang terkena dampak atau memperbaiki posisi tanggul seperti keadaan semula.

"Apa keputusannya masih akan dibahas, yang jelas untuk perbaikan tanggul dananya dibebankan kepada BBWS atau pemerintah DIY bukan Kabupaten Bantul," lanjut Dwi Daryanto.

Juru irigasi yang memantau wilayah Banguntapan Wiwit Pramono menyebutkan, seluas 12-15 hektare lahan pertanian di Desa Banguntapan yang bergantung air dari aliran Gadjah Wong terancam kekurangan air. "Sekarang ini belum terasa, tapi nanti kalau memasuki Juni hingga September akan kekeringan," kata Wiwit.

Bupati Bantul Sri Suryawidati menyatakan, Pemkab sementara menggelontorkan bantuan seperti sembako. Sebab biaya rehabilitasi kerusakan bangunan akan lebih banyak ditangani BBWS maupun pemerintah DIY. Kabupaten Bantul sendiri tahun ini menganggarkan dana senilai Rp3 miliar lebih untuk pos tanggap darurat bencana.

"Dana itu bisa digunakan untuk evakuasi bencana," jelas Ida sapaan akrabnya.