Gunungkidul Krisis Air Saat Kemarau, Sungai Bawah Tanah Jadi Solusi
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Wisata Gunungkidul minat khusus mulai dikembangkan Pemkab. Misalnya dengan menyasar pantai untuk pendaratan penyu.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berpotensi mengembangkan wisata minat khusus di sejumlah kawasan pantai. Misalnya dengan fokus menyasar pantai pendaratan penyu di Wohkudu, Kayuarum, Porok, Ngrumput, Seruni dan Ngitun.
“Kami tidak main-main. Saat ini kami juga sudah memberikan laporan ke bupati. Mudah-mudahan kebijakan untuk perlindungan itu segera turun,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul (DKP) Gunungkidul Agus Priyanto kepada Harianjogja.com, Minggu (8/2/2015).
Berdasarkan pemantauan yang dilakukan, ada sekitar 25 pantai yang berpotensi menjadi wilayah konservasi penyu. Namun, lokasi pendaratan penyu yang paling tinggi terdapat di enam pantai yang disebutkan di atas.
“Harapannya tempat-tempat itu tidak dijadikan tujuan wisata. Kalau pun terpaksa dibuka, lebih ke pariwisata minat khusus tentang konservasi dan penangkaran penyu,” ungkap dia.
Agus pun tidak menampik kedatangan wisatawan mengancam keberadaan penyu. Dia mencontohkan, sebelum dibuka menjadi objek wisata, lokasi pantai seperti di Drini, Watukodok, Jungwok dan Timang banyak ditemukan binatang tersebut. Namun, saat ini sudah tidak ditemukan lagi.
“Penyu yang sering terlihat di Perairan Gunungkidul antara lain Hijau, Sisik, Abu-abu, Tempayan, dan Pipih. Semuanya masuk dalam hewan yang dilindungi, jadi kami benar-benar konsen untuk melakukan konservasi,” ulas dia.
Mantan Kepala Satpol PP itu menambahkan, konservasi penyu dilakukan untuk menjaga ekosistem laut. Sebab, keberadaan penyu menjadi indikator tingginya potensi ikan di wilayah tersebut.
Terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata Disbudpar Gunungkidul Hary Sukmono mengaku belum mendengar wacana pembukaan wisata minat khusus itu. Namun, dia mengaku siap bekerjasama untuk mewujudkannya.
“Beda dengan tujuan wisata lainnya, wisata khusus juga mengharuskan perencanaan yang lebih matang. Jadi persiapan yang dilakukan juga harus lebih spesifik lagi,” kata Hary, saat dihubungi kemarin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendorong optimalisasi sungai bawah tanah sebagai solusi jangka panjang mengatasi krisis air bersih saat kemarau.
Pemerintah membuka 25 prodi PPDS berbasis rumah sakit. Seleksi dimulai 3 September 2026 untuk memenuhi kebutuhan 65.000 dokter spesialis.
Gempa M4,3 mengguncang Cianjur, Selasa (1/9/2026). Getaran terasa hingga Bandung dan Sukabumi. BMKG menyebut gempa dipicu sesar aktif.
Polri mengusulkan pergeseran anggaran Rp3,6 triliun pada 2027 untuk kebutuhan operasional, pengamanan VVIP, kerusuhan massa, dan bencana.
PSS Sleman merekrut eks gelandang Persipura Markus Madjar. Pemain 21 tahun itu sudah dipantau sejak Liga 2 dan mulai berlatih bersama Super Elja.
Alfamidi kembali menyalurkan 1.500 telur untuk 50 balita di Margodadi, Sleman, sebagai bagian dari program CSR pencegahan stunting.