Pupuk Bersubsidi di Bantul Diduga Diselewengkan

Ilustrasi (JIBI/Solopos - dok)
02 Maret 2015 12:40 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pupuk bersubsidi di Bantul diduga diselewengkan

Harianjogja.com, BANTUL—Pupuk bersubsidi diduga disalahgunakan sehingga polisi membekukan tujuh produsen pencetak pupuk tablet.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul Partogi, Dame Pakpahan, mengatakan instansinya telah mendapat kabar ihwal pembekuan operasi produsen pencetak pupuk tablet itu.

Pasalnya, pupuk bersubsidi yang dicetak dalam bentuk tablet itu dijual ke pasaran sebagai pupuk non subsidi.

“Memang sudah kewenangan polisi membekukan karena sekarang banyak pupuk urea bersubsidi dalam bentuk tabur dibuat tablet dan dijual menjadi nonsubsidi,” ucap Partogi, akhir pekan lalu.

Dia menambahkan selama ini pupuk bersubsidi yang disalurkan pemerintah ke petani berbentuk tabur sementara pupuk nonsubsidi di pasaran banyak dijual berbentuk tablet.

Selama ini, tidak sedikit petani atau kelompok tani mencetak pupuk tabur menjadi tablet. Masalahnya, kata Partogi, pupuk tersebut tidak digunakan sendiri oleh petani melainkan dijual.
Uniknya, banyak pula petani memilih menggunakan pupuk tablet ketimbang tabur.

“Kalau tablet itukan lebih efisien tidak menguap kalau panas, selain itu enggak membuat subur rumput. Tapi kalau tabur, rumput di sekitar tanaman subur,” paparnya.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bantul Hanung Raharjo juga mencurigai indikasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi di Bantul.

Pekan lalu, Dewan menerima kunjungan sejumlah petani dan produsen pencetak pupuk tablet yang meminta agar usaha percetakan pupuk tablet tetap beroperasi pasca dibekukan oleh Polda DIY.

"Saya sempat tantang mereka apakah benar kalau dibolehkan mencetak pupuk tablet benar hanya digunakan untuk petani itu sendiri tidak dijual lagi. Karena selisih harga pupuk subsidi dan nonsubsidi itu menggiurkan," tuturnya. (Bhekti Suryani)