HARGA ELPIJI : 12 Kg Naik, Penjualan Tak Berpengaruh

Pemilik pangkalan elpiji ukuran 12 kg, Irawan menunggu konsumen di kios miliknya di kawasan Kelurahan Wonokarto, Kecamatan Wonogiri, Kamis (11/9/2014). (Bony EW/JIBI - Solopos)
03 Maret 2015 15:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harga elpiji 12 Kg naik, tetapi penjualan belum menunjukkan penurunan atau kenaikan.

Harianjogja.com, JOGJA- Kenaikan harga gas elpiji 12 Kg per 1 Maret 2015 belum diketahui pengecer. Sejumlah pengecer mengaku baru mengetahui setelah ditanyakan terkait tanggapan kenaikan harga gas non-subsidi tersebut.

"Belum tahu kalau (harganya) naik. Soalnya belum nyetok lagi," ujar Mujiono, salah seorang pemilik pangkalan gas elpiji di Sleman, Senin (2/3/2015).

Menurut Muji, sebelum ada kenaikan harga per 1 Maret, harga eceran elpiji 12 kg mencapai antara Rp135.000-Rp140.000 per tabungnya. Dia
menambahkan kenaikan gas elpiji non subsidi dinilai tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan.

"Pengaruhnya tidak terlalu signifikan. Sebab, harganya tidak naik saja stok elpiji 12 kg masih banyak. Soalnya penjualan gas ini tidak terlalu besar," tukas dia.

Meski begitu, Muji menilai belum ada tanda-tanda migrasi pelanggan dari 12 kg ke ukuran 3 kg. Selain itu, konsumen gas 12 rata-rata rumah makan dan restoran.

"Kenaikan gas 12kg ini yang kedua sejak awal tahun ini. Sebelumnya, harga elpiji 12 kg naik pada 1 Januari 2015. Sempat turun juga waktu harga bensin turun," katanya.

Sebelumnya, PT Pertamina menaikkan harga gas elpiji 12 kilogram mulai 1 Maret 2015 seharga Rp5.000 per tabung. Harga yang semula Rp129.000 saat ini menjadi Rp134.000 per tabung. Harga disesuaikan dengan harga pasar dunia elpiji. Dengan begitu, otomatis harga elpiji 12 kg akan berfluktuasi.

"Memang per 1 Maret gas 12 Kg naik Rp5.000. Kebijakan korporasi ini merupakan pelaksanaan roadmap penyesuaian harga elpiji 12 kg sesuai dengan kaidah bisnis korporasi," kata Marketing Branch Manager Pertamina DIY dan Surakarta Freddy Anwar kepada Harian Jogja.

Sekadar diketahui, jumlah konsumsi tabung gas Elpiji di DIY untuk setiap ukurannya berbeda-beda. Untuk gas ukuran 12 kg rata-rata terjual 160.000 tabung per bulan. Sementara, untuk penjualan bright gas (12kg) rata-rata 1.800 tabung per bulan. Adapun gas ukuran 3 kg rata-rata terjual 86.000 tabung per hari.

Disinggung soal migrasi pengguna gas elpiji 12kg ke 3kg, Freddy menegaskan perlu adanya kesadaran masyarakat yang masuk kategori mampu untuk tidak menggunakan 3 kg.

"Gas 3 kg itu gas bersubsidi, orang tidak mampu. Untuk usaha, hanya kategori usaha mikro yang boleh menggunakan gas 3 kg," tegasnya.