OPERASI PASAR : Bupati Berang Beras OPM Jelek

06 Maret 2015 16:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Operasi pasar yang sempat dilakukan di Bantul menuai kritikan dari Bupati.

Harianjogja.com, BANTUL- Bupati Bantul Sri Surya Widati berang menyusul kabar buruknya kualitas beras murah program Operasi Pasar Murah (OPM) yang digelar di Desa Srimartani, Piyungan, Bantul, Rabu (4/2/2015) lalu.

Sri Surya Widati menilai, buruknya kualitas beras OPM itu merupakan pelecehan bagi rakyat Bantul.

"Pelecehan untuk rakyat Bantul itu, kok sama dengan kualitas raskin [beras untuk keluarga miskin]," terang Ida sapaan akrabnya Kamis (5/2/2015).

Harusnya kata Ida, kualitas beras OPM setingkat beras medium atau pertengahan antara raskin dan premium. Ia meminta Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Bantul menolak pasokan beras tersebut dari Badan Urusan Logistik (Bulog) bila memang kualitasnya jelek.

"Saya juga minta beras itu dicek dahulu sebelum dibagikan," paparnya.

Ida menambahkan, siap memenuhi permintaan OPM dari berbagai wilayah di Bantul. Pemerintah kecamatan dapat mengajukan kebutuhan beras di wilayah mereka menyusul melambungnya harga beras beberapa waktu terakhir. Pengadaan beras murah yang dijual Rp7.400 per kilogram itu guna menyetabilkan harga di pasaran dengan cara memperbanyak ketersediaan beras.

Sebelumnya, sejumlah warga Desa Srimartani, Piyungan Bantul mengeluhkan kualitas beras OPM yang dijual di balai desa pada Rabu (5/2/2015) lalu. Sebagian warga memilih pulang dengan tangan hampa tanpa membeli beras.

Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Bagian (Kabag) Kesra Desa Srimartani, Piyungan, Bantul Tugito, membenarkan adanya keluhan dari sejumlah warga ihwal kualitas beras OPM. Akibatnya, dari dua ton beras OPM yang disediakan tidak semuanya terjual dan masih tersisa sekitar 25%.

"Padahal dari total 1.779 keluarga miskin, pemerintah desa hanya mengajukan 400 kepala keluarga yang dapat membeli beras OPM. Itu saja berasnya masih sisa," imbuh Tugito.

OPM dijadwalkan digelar di 13 kecamatan di Bantul dari total 17 kecamatan yang ada. Hanya empat kecamatan yang tidak mengajukan OPM yaitu Kecamatan Bantul, Pleret, Pajangan dan Pandak.