JOGJA ISTIMEWA : Bantul Kirimkan Lima Bregodo

Puluhan warga mengantre proses sablon kaus dalam Aksi Sablon Gratis Jogja Istimewa di kawasan Nol Kilometer, Jogja, Jumat (6/3/2015). Kaus berlogo Jogja Istimewa itu diharapkan dikenakan warga saat menghadiri peluncuran logo baru Jogja yang digelar bersamaan dengan Pisowanan Ageng genap 26 tahun Sultan Hamengku Buwono X menjadi Raja Ngayogyakarta Hadiningrat di Pagelaran Keraton Jogja, Sabtu (7/3/2015). (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
07 Maret 2015 05:20 WIB Jogja Share :

Jogja Istimewa, Bantul mengirimkan lima bregodo saat Pisowanan Agung.

Harianjogja.com, BANTUL - Pemkab Bantul akan menerjukan mengirim lima bregodo kesenian dan puluhan tumpeng pada Pisowanan Agung Rakyat Jogja Istimewa bertajuk Jogja Gumregah digelar di Pagelaran Kraton, Sabtu (7/3/2015).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bambang Legowo mengatakan, Bantul telah siap menampilkan potensi untuk karnaval budaya dengan rute Jalan Abu Bakar Ali hingga Kraton tersebut.

"Lima bregodo yang akan memeriahkan Jogja Gumregah sudah siap untuk mengikuti momentum penting untuk Kraton dan Rakyat Ngayogyakarta itu," katanya ditemui disela persiapan, Jumat (6/3/2015).

Bambang menyebutkan lima bregodo disiapkan Bantul yakni kesenian Tari Montro dari Kecamatan Bantul, Dekahan Gede dari Kecamatan Piyungan, Reog Wayang dari Kecamatan Srandakan, Jaran Pesisiran dari Kecamatan Kretek, serta Jathilan Kudo Prasojo dari Kecamatan Srandakan.

Menurutnya, setiap bregodo terdiri dari 50 seniman sehingga ada 250 seniman yang terlibat mendukung kegiatan tersebut.

Pemkab Bantul sendiri mengaku tidak sembarangan mewakilkan brgodo untuk tampil di momentum gerakan budaya citizen branding Jogja istimewa sekaligus peringatan jumenengan Sri Sultan HB X ke-26 tersebut. Bregodo kesenian dikirim merupakan kelompok yang sudah terlatih.

Ia menambahkan selain bregodo kesenian, puluhan tumpeng disiapkan. Setiap kecamatan dan SKPD membuat tumpeng sebagai dukungan bagi Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.