Anggaran untuk Pembangunan Jalan di Kulonprogo Capai Rp80 Miliar

10 Maret 2015 19:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Anggaran pembangunan jalan di Kulonprogo tahun ini mencapai Rp80 miliar

Harianjogja.com, KULONPROGO – Anggaran untuk pembangunan jalan di Kulonprogo tahun ini meningkat menjadi kurang lebih Rp80 miliar.

Anggaran yang dikucurkan oleh Pemkab Kulonprogo itu dialokasikan untuk pemeliharaan jalan hingga perbaikan jalan.

“Termasuk untuk anggaran pembebasan lahan yang digunakan untuk mendukung akses infrastruktur fisik,” ujar Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Gusdi Hartono saat dihubungi wartawan, Senin (9/3/2015).

Gusdi mengatakan, pembebasan lahan untuk pembangunan jalan akan dilakukan tahun ini. Dia mengungkapkan, setidaknya ada enam ruas jalan yang perlu dibangun jalan baru dan dilebarkan, di antaranya ruas jalan di Slanden Kecamatan Lendah, Dudukan Kecamatan Sentolo, Kemiri dan Margosari Kecamatan Pengasih, serta ruas jalan di Sogan Kecamatan Wates.

“Selain itu, pembebasan lahan untuk pembangunan Outer Ring Road Kota Wates. Target tahun ini pembebasan lahan selesai dan tahun depan sudah bisa dimulai pembangunan fisiknya. Namun, target kami dua underpass di wilayah Pengasih, yakni dari depan Desa Margosari sampai tembus ke Polres Kulonprogo  dan di sisi selatan kantor DPRD tembus ke Jogoyudan, Wates,” jelas Gusdi.

Lebih lanjut Gusdi mengatakan, pemeliharaan jalan merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun. Dia menambahkan, pemeliharaan tersebut tidak hanya berupa perbaikan jalan yang rusak, tetapi juga pemeliharaan rutin yang dilakukan secara berkala. Tidak hanya untuk jalan mengalami kerusakan parah, melainkan juga jalan yang rusak ringan hingga sedang.

Namun, anggaran tersebut tak hanya untuk pengembangan infrastruktur jalan saja. Perawatan jembatan juga menjadi fokus dari anggaran tersebut.

“Tahun ini, anggaran untuk peningkatan kualitas jalan dan jembatan meningkat signifikan. Tahun lalu dianggarkan sekitar Rp70 miliar, tahun ini naik menjadi lebih dari Rp80 miliar. Khususnya untuk peningkatan jalan dan perawatan jalan,” tandas Gusdi.