HUKUMAN MATI : Muncul Isu Penyadapan, Menko Polhukam Bentuk Badan Cyber

Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno (JIBI/Solopos/Antara - Prasetyo Utomo)
11 Maret 2015 02:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Hukuman mati masih menjadi kontroversi di kalangan internasional. Alhasil muncul isu penyadapan data-data negara dari negara yang tak setuju.

Harianjogja.com, JOGJA-Memanasnya hubungan Indonesia dengan negara-negara anti-vonis hukuman mati, menimbulkan berbagai dampak. Salah satu isu yang merebak saat ini yakni isu penyadapan di kalangan pemerintah Indonesia oleh Selandia Baru.

Terkait hal itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Tedjo Edhy Purdijatno, kepada wartawan usai menjadi pembicara utama dalam Seminar Orasi Kebangsaan Kedua dengan tema Mencermati Penyimpangan dan Pemutarbalikan Fakta Sejarah di Masa Penjajahan dan Rencana Penulisan Sejarah Nusantara dan Indonesia baru di Fakultas Hukum Universitas Gadjah
Mada (UGM), Senin (9/3/2015), akan membentuk badan cyber nasional dalam waktu dekat.

"Indonesia belum punya badan cyber sehingga akan dibentuk. Minggu ini akan buat," kata Tedjo.

Selanjutnya, jika terbukti terjadi penyadapan, pihaknya akan membuat nota diplomasi kepada pihak yang bersangkutan.