KASUS LEPTOSPIROSIS JOGJA : Simak Cara Tumpas Bakteri Berikut

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Reuters)
13 Maret 2015 22:20 WIB Uli Febriarni Jogja Share :

Kasus leptospirosis Jogja meningkat. Diperlukan sejumlah pencegahan untguk menekan jumlah pasien.

Harianjogja.com, JOGJA-Air seni tikus pembawa bakteri leptospira menyebar dan menular cepat ke masyarakat. Cara menanggulangi dan mencegah, setiap masyarakat diimbau menjaga kesehatan sekaligus lingkungan.

Siram Menggunakan Desinfektan
Menyiram desinfektan ke tempat yang kerap terkena air seni tikus. Cara ini efektif membunuh bakteri tersebut.

Sinar Matahari
"Kalau bakteri, terkena desinfektan dan cahaya matahari, kering kemudian hilang, berbeda dengan virus yang penanganannya lebih sulit," tandas District Surveillance Officer Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Rubangi, Kamis (12/2/2015)nya.

Tangkap Tikus
Dinkes Kota Jogja juga mengaku menurunkan tim untuk menangkap tikus, bertujuan untuk mencari tahu jenis tikus pembawa bakteri leptospira tersebut.

Kerja Bakti
Dijumpai terpisah, Camat Gondomanan, Agus Arif Nugroho menjelaskan, setelah mengetahui sejumlah kasus leptospirosis terjadi di wilayah kecamatan pimpinannya, pihaknya menyatakan telah melakukan sejumlah langkah.

Pertama, melakukan konsolidasi sosial dengan semua komponen masyarakat. Kedua, menggelar kerja bakti massal dan penyemprotan desinfektan.

Tanah Tercemar?
Bahkan, Pusat Kesehatan Masyarakat dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan kemudian melakukan pengambilan sampel tanah yang diduga telah tercemar bakteri leptospira untuk dilakukan uji laboratorium.

Karena diketahui, tanah yang tercemar bakteri tersebut kemungkinan terputus-putus atau tidak hanya di satu titik wilayah.

"Kami ada roadshow dan saling bagi tugas untuk menginternalisasikan kepada masyarakat perihal penyakit ini. Pada Jumat, kami lakukan home visit," paparnya.