Warga Bantul Ini Berdalih Gunakan Ganja untuk Hilangkan Nyeri Tangan

Ilustrasi narkotika jenis ganja (JIBI/Solopos - Dok.)
13 Maret 2015 07:20 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Warga Bantul mengkonsumsi ganja dengan dalih untuk menghilangkan nyeri di tangannya

Harianjogja.com, BANTUL- Satuan Reserse Narkoba Polresta Jogja menangkap RB, 37, warga Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, di rumahnya, Minggu (8/3/2015) malam lalu.

Tersangka ditangkap saat tengah melakukan eksperimen obat untuk menghilangkan rasa nyeri dengan bahan ekstrak ganja yang dicampur alkohol.

RB berdalih penelitiannya tersebut sudah berhasil. Selama melakukan eksperiman sejak 2013 lalu ia mengaku bisa menghilangkan rasa nyeri pada tangan kanannya yang lumpuh akibat kecelakaan. "Buktinya rasa sakit di tangan saya hilang," ucap dia, Kamis (12/3/2015).

RB mengaku mendapat informasi ekstak ganja untuk obat itu dari internet, kemudian dia mencoba melakukannya sendiri. Hasil ekstak ganja itu, menurutnya, bisa digunakan melalui kapsul.

Untuk mendapatkan ganja dalam jumlah banyak, RB membeli dari seorang teman di Aceh. Ia juga menyadari ganja merupakan barang terlarang.

"Tidak apa-apa, saya termasuk orang yang penasaran. Dulu saya juga berhasil meneliti biji jarak menjadi bio gas," aku alumnus Filsafat di salah satu kampus swasta di Jogja ini.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Jogja Komisaris Polisi Topo Subroto menambahkan, tersangka RB sudah lama menggunakan narkoba. RB juga merupakan residivis yang pernah dipenjara karena kasus narkoba selama 1,3 tahun pada 2012 lalu.

Topo menyatakan, tersangka pengguna narkoba ini beralibi untuk pengobatan. "Hasil tes urine tersangka juga positif," tandas Topo.

Polisi menjerat RB dengan Pasal 111 ayat 1 juncto Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp25 miliar.