Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman memasang dua Early Warning System (EWS) di Dusun Gunungharjo, Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Selasa (13/1/2015). (JIBI/Harian Jogja/Rima Sekarani I.N.)
Pemkab Sleman melalui BPBD Sleman akan mengansurasikan relawan.
Harianjogja.com, SLEMAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman akan memberikan jaminan perlindungan berupa asuransi kepada setiap relawan yang membantu dalam penanggulangan bencana.
"Diharapkan dengan adanya jaminan tersebut, relawan nantinya bisa lebih optimal, dan gerakannya bisa
terkoordinir dengan baik ketika terjadi suatu bencana," kata Kepala Seksi Operasional dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Sleman Nugroho Utomo, Jumat (13/3/2015).
Menurut dia, fasilitas asuransi kesehatan maupun jiwa tersebut, sampai saat ini belum didapatkan oleh
teman-teman relawan.
"Padahal para relawan ini ketika berhadapan dengan bencana atau dalam melakukan evakuasi, risikonya cukup tinggi," katanya.
Ia mengatakan, atas dasar kondisi tersebut pihaknya berencana untuk memberikan jaminan perlindungan asuransi kepada para relawan bencana.
"Kami upayakan bisa terealisasi pada 2016 atau 2017 mendatang. Tahun ini belum bisa karena masih pendataan kelompok relawan maupun relawannya.
Nugroho mengatakan, dalam pendataan yang dilakukan sementara ini di Sleman ada 52 komunitas relawan.
Namun, hanya 38 saja yang benar-benar aktif.
"Dari 38 itu, dua diantaranya baru masuk data di BPBD Sleman awal Maret ini," katanya.
Ia mengatakan, sebanyak 38 komunitas tersebut relawan, terdiri dari 1.441 orang yang sudah masuk. Namun, angka ini masih akan bertambah lagi, karena belum selesai dalam pendataannya.
"Setelah selesai pendataan, kemudian mereka akan diseleksi. Yang tersaring nantinya benar-benar orang yang memang bisa digerakkan ketika ada suatu bencana. Kalau kerjaannya hanya main 'brik-brikan' (handy talky/HT) ya buat apa didata. Kami ingin relawan yang benar-benar ada dan bisa digerakkan. Jadi, mungkin nanti bisa 1.500-an relawan, yang tersaring hanya 1.000 saja," katanya.
Setelah didapatkan data resminya, kata dia, selanjutnya akan diajukan juga ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Selain agar bisa mendapatkan pelatihan yang optimal, juga mempunyai nomor register dan tercatat sebagai relawan Indonesia.
"Setelah itu diajukan anggaran ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sleman, untuk diberikan asuransi kepada mereka. Jadi, ketika terjadi sesuatu menimpa relawan ketika membantu suatu bencana, tidak akan terlalu kebingungan siapa yang menjadi tanggungjawabnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
11 manfaat beras kencur untuk kesehatan, mulai dari menambah nafsu makan, menjaga stamina, hingga membantu tidur lebih nyenyak.
Sekawan Limo 2 Gunung Klawih tembus 212 ribu penonton di hari pertama, catat rekor box office Indonesia 2026.
Ngecas mobil listrik semalaman aman berkat BMS, bahkan lebih baik untuk baterai dibanding fast charging menurut studi Geotab.
Pelatih Malaysia Nafuzi Zain soroti kekuatan Timnas Indonesia di Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027 yang disebut sangat ketat.