PERTANIAN BANTUL : Polisi Selidiki Dugaan Penyelewengan Pupuk

Seorang petani menabur pupuk di lahan pertanian padi Desa Sambirejo, Kediri, Jawa Timur, Jumat (6/2/2015). Petani di kawasan tersebut kesulitan mendapatkan pupuk pabrikan seperti Phonska, ZA dan Urea. Akibat kelangkaan pupuk yang melanda Kediri itu, petani harus rela memesan pupuk tujuh hari sebelum digunakan atau mencari pupuk dari daerah lain, seperti wilayah Kabupaten Nganjuk dan Jombang. (JIBI/Solopos/Antara - Rudi Mulya)
30 Maret 2015 20:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pertanian Bantul mengenai penyelewengan pupuk bersubsidi tengah diselidiki polisi.

Harianjogja.com, BANTUL—Polres Bantul menyelidiki dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi menyusul telatnya penyaluran pupuk ke petani.

Kepala Polres Bantul, Ajun Komisaris Besar Polisi Surawan, mengatakan penyelidikan mulai dilakukan sebulan terakhir. Polisi juga melibatkan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) di 75 desa untuk memantau indikasi penyalahgunaan pupuk bersubsidi.

“Kami [Polres] ingin tahu pelanggarannya apa,” ujarnya, Minggu (29/3/2015).

Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertanhut) Bantul sebelumnya juga telah meminta polisi menyelidiki dugaan kebocoran pupuk tersebut. Kepala Dispertanhut Bantul, Partogi Dame Pakpahan, mengaku sudah menyampaikan secara lisan permintaan itu ke bagian reserse kriminal Polres untuk diselidiki.

Dispertanhut menduga terjadi kebocoran penyaluran pupuk bersubsidi sehingga menyebabkan penyaluran pupuk ke petani terlambat.

“Memang sebelumnya ada keterlambatan penyaluran meski hanya dalam hitungan hari, katanya pengiriman pupuk terganggu cuaca. Tapi, kami [Dispertanhut] tidak bisa percaya begitu saja,” ucap Partogi, Jumat (27/3/2015).

Selama ini, kata dia, barang bersubsidi sangat rawan disalahgunakan. Ia mencontohkan barang bersubsidi seperti bahan bakar minyak dan gas kerap ditemukan penyelewengan. Kejahatan serupa bukan tidak mungkin terjadi pada pupuk bersubsidi. Modus yang mungkin terjadi yaitu menjual pupuk bersubsidi berharga murah menjadi non-subsidi dengan harga lebih tinggi.

Partogi menambahkan terlambatnya penyaluran pupuk dapat mengganggu kualitas produksi padi sebab tanaman dipupuk tidak pada waktunya. Untungnya, keterlambatan hanya hitungan hari sehingga produksi padi masih dapat diselamatkan.

Pupuk bersubsidi yang disalurkan ke Bantul berasal dari berbagai pabrik pupuk antara lain dari Bontang, Kalimantan Timur; Surabaya, Jawa Timur; dan Sumatera Selatan. Dari pabrik, pupuk dikirim ke distributor pupuk. Tercatat tujuh distributor pupuk di Bantul. Dari distributor, pupuk disalurkan ke kios resmi atau pengecer baru ke petani.