Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Sejumlah pengunjung tengah berenang di area Cekungan sungai Tepus, Dusun Ndalem, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman pekan lalu. Cekungan itu kini menjelma menjadi wisata baru. (JIBI/Harian Jogja/Sunartono)
Kecelakaan Sleman yang menimpa Arya Setya Sarjono mendorong pihak terkait sementara waktu menutup Blue Lagoon.
Harianjogja.com, SLEMAN-Bocah berumur 11 tahun yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar ditemukan tewas di dasar kolam pemandian tirta budi atau lebih dikenal blue lagoon di Dusun Ndalem, Wedomartani, Ngemplak Sleman Minggu (29/3/2015). Korban bernama Arya Setya Sarjono diketahui merupakan warga Dusun Randusari RT 02 RW 01 Argomulyo, Cangkringan.
Kapolsek Ngemplak Kompol Triadi Heri menyampaikan dugaan sementara berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keterangan sejumlah saksi, korban terpeleset. Tepatnya karena menginjak sebuah batu licin dan masuk ke dalam pemandian tersebut.
Menurut dia sejumlah warga telah mengingatkan korban agar tidak mandi untuk sementara waktu. Sebab pada Minggu (29/3/2015) dinihari kawasan tersebut hujan deras sehingga air biasanya cukup deras.
“Kebetulan tidak ada pengawasan. Dari keterangan warga sudah diingatkan untuk jangan mandi, karena banjir, tapi mereka tidak mengindahkan. Untuk sementara ditutup kami sudah dikoordinasikan dengan pihak pengelola. Kalaupun nanti akan dibuka disarankan untuk ada petugas penjagaan,” urainya.
Peristiwa tenggelamnya pengunjung di pemandian tersebut genap sepekan setelah diresmikannya kawasan tersebut sebagai desa wisata oleh Bupati Sleman Sri Purnomo pada Minggu (22/3/2015). Dalam kesempatan itu Sri menegaskan pemandian tirta budi atau dikenal dengan blue lagoon diharapkan menjadi ikon konservasi air dan kelestarian lingkungan di Sleman.
Pemandian tersebut menjadi destinasi wisata baru karena diunggah di media sosial. Bahkan pengunjungnya terus meningkat. Pihak pengelola hanya menarik Rp1000 untuk satu pengunjung yang masuk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Pembangunan Gerbang Tol Trihanggo Tol Jogja-Solo terus dikebut. Gerbang ini akan mengusung siluet Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa.
Sekitar 200 warga binaan Gunungkidul akan difasilitasi mengikuti Kejar Paket A, B, dan C sebagai bekal kembali ke masyarakat.
Pembangunan Jembatan Kewek memasuki tahap struktur lanjutan. Pondasi rampung dan erection girder ditarget September agar bisa dipakai saat Nataru 2026.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.