Jembatan Turi Butuh Rp11,6 Miliar, Sementara Dipasang Jembatan Bailey

Jembatan Turi, Sleman ambrol pada Rabu (22/4/2015). (JIBI/Harian Jogja - Sunartono)
03 Mei 2015 11:20 WIB Ujang Hasanudin Sleman Share :

Jembatan Turi Sleman yang ambrol butuh biaya hingga Rp11,6 miliar untuk membangun kembali

Harianjogja.com, JOGJA-Dinas Pekerjaa Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPU-ESDM) DIY menyatakan butuh dana Rp11,6 miliar untuk membuat Jembatan Pules yang permanen.

Jembatan Pules merupakan jembatan penghubung Jalan Turi-Pakem, Sleman, yang putus akibat terjangan banjir, beberapa waktu lalu. Jembata itu juga adalah jalur alternatif Magelang-Solo.

Kepala DPUP-ESDM, Rani Sjamsinarsi mengatakan kebutuhan dana pembangunan jembatan permanen sudah dilaporkan. Namun, dana pembangunan jembatan tidak mungkin dimasukkan dalam APBD perubahan tahun ini, karena waktunya sudah mepet. "Kemungkinan besar dianggarkan di 2016 mendatang," kata  Rani saat dihubungi,baru-baru ini.

Kendati demikian, Rani memastikan Jembatan Pules sudah bisa dilalui pada Senin (4/5/2015) dengan jembatan darurat dari bailey. Akan tetapi diakui Rani, jembatan darurat tidak mampu menahan kendaraan besar, seperti truk dan bus. "Hanya bisa dilalui mobil pribadi," ucap Rani.

Pembuatan jembatan darurat itu lebih cepet dari yang ditargetkan DPUP-ESDM, yakni dua pekan pascabanjir. Selesai pembangunan jembatan darurat Pules, selanjutnya akan dilakukan perbaikan gorong-gorong yang ambles di Jalan Siluk-Kretek Bantul.

Rani menambahkan, tahapan kedua pembangunan infrastruktur yang rusak akibat banjir akan difikuskan memperbaiki Bendungan Dadapayu, di Sendangtirto, Berbah, Sleman.

Saluran air di Bendungan tersebut masih ditutup karena mengancam 51 hektare sawah milik warga jika banjir kembali melanda.

DPUP-ESDM masih terus menghitung kerusakan infrastruktur akibat banjir, Rabu, pekan lalu. "Mungkin pekan depan sudah selesai dirapatkan," tandas Rani.