PILKADA GUNUNGKIDUL : Siapakah Jagoan Masing-masing Parpol?

Ilustrasi pemungutan suara pilkada (JIBI/Harian Jogja - Dok.)
04 Mei 2015 16:40 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pilkada Gungkidul mengenai koalisi di kalangna parpol belum terwujud.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Persiapan pemilihan kepala daerah yang sudah sampai perekrutan penyelenggara di tingkat kecamatan dan desa, belum dibarengi dengan terbentuknya koalisi di kalangan partai politik.

Di luar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mampu mengusung calon bupati dan wakil bupatinya sendiri, sejumlah partai masih mengintip kekuatan calon koalisi. Menunggu waktu yang tepat untuk mencari kesepakatan.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Gunungkidul Ari Siswanto mengungkapkan sudah ada pembicaraan dengan parpol lain namun belum mengerucut.

“Belum ada keputusan pasti. Masih banyak parpol yang saling tunggu,” ungkapnya, Jumat (1/5/2015).

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Gunungkidul Eko Rustanto mengatakan jalinan komunikasi yang ada masih bersifat fleksibel, dan bisa saja berubah dengan cepat.

“Komunikasi itu sudah dijalin tapi belum ada yang final,” ujarnya.

Kondisi seperti ini merupakan hal yang wajar. Sebab, sikap yang baik itu adalah tidak terburu-buru dalam menentukan. Pasalnya, dinamika dalam berpolitik sangat cepat berubah sehingga keputusan yang diambil harus berdasarkan perhitungan yang matang.

“Demokrat tidak bisa sembrono dan terburu-buru. Mungkin saat ini menjalin komunikasi dengan partai A, tapi saat memutuskan bisa dengan partai B. Dalam politik, hal tersebut merupakan hal yang biasa,” papar Ketua Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gunungkidul itu.

Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (PAN) Gunungkidul Sukrisno mengaku partainya membuka komunikasi dengan partai lain, termasuk PDIP, yang bisa mengusung calonnya sendiri.

PAN melihat dengan kekuatan 18 kursi di DPRD, partai berlambang Matahari itu memiliki kekuatan dalam pilkada karena PAN punya tujuh kursi di Dewan.

“Namun, hal itu belum final. Baru penjajakan karena untuk bisa maju pilkada, kami butuh dua kursi lagi,” ujar Sukrisno.