Gas Elpiji 3 Kg Langka di Bantul, Pembelian Dibatasi 4 Tabung Per Orang

Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Sukoharjo menjual barang dagangannya dengan harga normal , Jumat (12/9/2014). (Iskandar/JIBI - Solopos)
08 Mei 2015 08:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Gas elpiji 3 kilogram langka di Bantul sehingga pemblian dibatasi maksimal 4 tabung per orang

Harianjogja.com, BANTUL-Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram melanda seluruh kecamatan di Bantul. Kendati begitu, pihak Pemkab Bantul justru belum mengagendakan adanya operasi pasar (OP).

Diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal (Disperindagkop PM) Sahadi Suparjo, sejauh ini OP yang gas elpiji 3 kg baru dilaksanakan di kawasan Sorowajan, Kecamatan Banguntapan saja.

Itupun diakuinya bukan atas inisiatif pemerintah, melainkan permintaan langsung dari pihak agen.

Ia tak memungkiri, bahwa sejak beberapa hari terakhir, kelangkaan gas melon memang terjadi merata di seluruh kecamatan. Diperkirakannya, hal itu lantaran tingginya angka migrasi konsumen dari gas elpiji 12 kg ke 3 kg.

"Awalnya kami catat, angka migrasi itu sekitar 4 persen saja. Tapi bagaimanapun efeknya kan baru terasa sekarang ini," ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/5/2015) pagi.

Kendati begitu, ketika ditanya mengenai kemungkinan pengajuan OP, ia justru menampiknya. Dirinya justru mengklaim, sampai saat ini kebutuhan masyarakat akan gas melon sudah tercukupi.

Itulah sebabnya, pihak pemerintah belum mengagendakan adanya pengajuan OP. "Kami belum akan ajukan OP. Lagipula sepanjang yang kami tahu, kebutuhan masyarakat akan gas [3 kg] sudah tercukupi," akunya.

Dikatakannya, pihak pemerintah sejauh ini hanya mengantisipasi kelangkaan stok itu dengan memberikan imbauan kepada agen. Dalam himbauannya itu, ia menegaskan kepada para agen untuk menyosialisasikan kepada pangkalan agar menjual tabung maksimal 4 buah saja per pembeli.

"Jangan sampai ada orang beli lebih dari 4 tabung," tegasnya.