Laboartorium Obah #3 dan Cara Menjadi Manusia di Tengah Riuhnya Dunia
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji di Sukoharjo menjual barang dagangannya dengan harga normal , Jumat (12/9/2014). (Iskandar/JIBI/Solopos)
Gas elpiji 3 kilogram langka di Bantul sehingga pemblian dibatasi maksimal 4 tabung per orang
Harianjogja.com, BANTUL-Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram melanda seluruh kecamatan di Bantul. Kendati begitu, pihak Pemkab Bantul justru belum mengagendakan adanya operasi pasar (OP).
Diakui oleh Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Penanaman Modal (Disperindagkop PM) Sahadi Suparjo, sejauh ini OP yang gas elpiji 3 kg baru dilaksanakan di kawasan Sorowajan, Kecamatan Banguntapan saja.
Itupun diakuinya bukan atas inisiatif pemerintah, melainkan permintaan langsung dari pihak agen.
Ia tak memungkiri, bahwa sejak beberapa hari terakhir, kelangkaan gas melon memang terjadi merata di seluruh kecamatan. Diperkirakannya, hal itu lantaran tingginya angka migrasi konsumen dari gas elpiji 12 kg ke 3 kg.
"Awalnya kami catat, angka migrasi itu sekitar 4 persen saja. Tapi bagaimanapun efeknya kan baru terasa sekarang ini," ujarnya saat dihubungi, Kamis (7/5/2015) pagi.
Kendati begitu, ketika ditanya mengenai kemungkinan pengajuan OP, ia justru menampiknya. Dirinya justru mengklaim, sampai saat ini kebutuhan masyarakat akan gas melon sudah tercukupi.
Itulah sebabnya, pihak pemerintah belum mengagendakan adanya pengajuan OP. "Kami belum akan ajukan OP. Lagipula sepanjang yang kami tahu, kebutuhan masyarakat akan gas [3 kg] sudah tercukupi," akunya.
Dikatakannya, pihak pemerintah sejauh ini hanya mengantisipasi kelangkaan stok itu dengan memberikan imbauan kepada agen. Dalam himbauannya itu, ia menegaskan kepada para agen untuk menyosialisasikan kepada pangkalan agar menjual tabung maksimal 4 buah saja per pembeli.
"Jangan sampai ada orang beli lebih dari 4 tabung," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Alih-alih mandek sepeninggal Sang Maestro Jemek Supardi empat tahun silam, pantomim di Jogja terus dipertunjukkan, dengan segala kreativitas dan inovasinya.
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.