PILKADA BANTUL : Suharsono Kaget Ida Diwawancara Idham

08 Mei 2015 09:20 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Pilkada Bantul sudah dimulai persiapannya di internap PDIP dengan menyeleksi bakal calon bupati

Harianjogja.com, BANTUL- Seleksi calon bupati (cabup) Kabupaten Bantul oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dinilai tidak objektif.

Cabup incumbent Sri Surya Widati diseleksi oleh suaminya sendiri Idham Samawi yang merupakan pengurus PDIP pusat.

Tidak objektifnya proses seleksi cabup PDIP oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) diungkapkan Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Suharsono. Ia adalah satu dari empat cabup Bantul dari PDIP yang diseleksi DPP.

Perwira polisi itu mengaku kaget saat mengikuti seleksi cabup di kantor DPP 30 April lalu, lantaran Idham Samawi yang juga suami dari pesaingnya Sri Surya Widati terlibat sebagai pewawancara atau panitia seleksi. Idham saat ini menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Ideologi dan Kaderisasi.

"Saya kira yang mewawancara pengurus PDIP yang lain, meski pun beliau juga pengurus. Kalau begini kan jelas tidak objektif, tidak fair dan rawan konflik kepentingan, semua orang pasti tau bagaimana mungkin proses ini bisa objektif," ujar Suharsono, Kamis (7/5/2015).

Ia menilai, proses seleksi tersebut tidak sesuai etika. Ia membandingkan pengalamannya sebagai perwira polisi yang bertugas menyeleksi dan merekrut anggota polisi yang masuk di korps Bhayangkara.

"Di mana-mana kalau panitia ada hubungan dengan peserta seleksi itu tidak boleh, melanggar kode etik. Misalnya saya, kalau anak saya adalah taruna peserta seleksi di kepolisian, saya dilarang ikut menyeleksi. Saya sudah bertahun-tahun menangani hal seperti itu," tegas dia.

Cabup asal Jetis, Bantul itu menceritakan situasi saat proses seleksi. Kala itu, seleksi dilakukan di satu ruangan. Ia menyaksikan sendiri Sri Surya Widati diwawancarai oleh suaminya.

Selain Idham, pewawancara lainnya adalah Bambang Dwi Hartono selaku Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu. Suharsono sendiri mengklaim diwawancarai Idham selama satu jam.

Tidak objektifnya proses seleksi tersebut menurutnya membuat peserta seleksi pesimis dapat lolos. Namun peserta seleksi tidak dapat berbuat apa-apa karena merupakan wewenanga DPP PDIP. Selain Suharsono dan Sri Surya Widati, masih ada dua cabup lagi yang mengikuti seleksi yaitu kader PDIP DIY Untoro Hariadi dan cabup bernama Sudin. Cabup yang lolos akan bertarung dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember mendatang.

Sementara itu, Sri Surya Widati membantah diseleksi oleh suaminya sendiri. "Enggak kok, yang nyeleksi saya pak Bambang DH, bukan Pak Idham," ungkap Ida sapaan akrabnya ditemui Kamis (7/5/2015).

Ida mengklaim diwawancarai selama satu jam. Ia ditanyai seputar pengetahuannya tentang pancasila.