PERTANIAN KULONPROGO : Hore, 14 Traktor Dibagikan untuk Petani

Anggota kelompok tani akan mengambil traktor yang merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian di halaman kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan, Kamis (7/5/2015). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
08 Mei 2015 05:20 WIB Holy Kartika Nurwigati Kulonprogo Share :

Pertanian Kulonprogo mendapat perhatian dari Pusat. Sebanyak 14 unit traktor diberikan kepada petani di wilayah ini

Harianjogja.com, KULONPROGO – Puluhan petani menerima bantuan peralatan pertanian berupa traktor dan pompa air dari Kementerian Pertanian RI.

Bantuan tersebut merupakan salah satu program guna mencapai swasembada pangan nasional.

Pembagian traktor dan pompa air dilakukan di halaman Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati atau Titik Soeharto kepada puluhan kelompok tani.

Kami di sini sebagai pengawas program yang dijalankan oleh pemerintah pusat. Ada 14 unit traktor dan tujuh unit pompa air yang dibagikan kepada para kelompok tani. Tugas kami memastikan, bantuan dari pemerintah pusat ini tepat sasaran,” ujar Titik di sela acara pembagian traktor di halaman kanto Dispertahut Kulonprogo, Kamis (7/5/2015).

Titik menyampaikan, bantuan traktor tersebut merupakan usulan dari Kementerian Pertanian untuk mendukung program Presiden Joko Widodo tentang swasembada pangan tiga tahun ke depan. Total nilai bantuan yang disetujui DPR untuk program tersebut mencapai Rp32,8 triliun.

“Bahkan, dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) perubahan ada tambahan hingga Rp16,8 triliun,” jelas Titik.

Irjen Kementerian Pertanian Azis Hidayat menambahkan, bantuan tersebut diperuntukkan bagi kelompok tani secara gratis. Harapannya, bantuan tersebut dapat membantu petani meningkatkan produktivitas padi atau tanaman pangan lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kulonprogo Bambang Tri Budi Harsono memaparkan, bantuan traktor tersebut diberikan kepada kelompok tani yang selama ini belum memiliki peralatan pertanian yang memadai.

Nantinya, traktor tersebut dapat digunakan untuk pengolahan tanah, atau dapat disewakan, sehingga memberikan tambahan pendapatan untuk perawatan alat dan biaya operasional.

“Sekarang yang dibagikan 14 unit traktor dan tujuh pompa air. Selain itu, ada juga bantuan alat tanam jajar legowo sebanyak 30 unit.  Pada APBN perubahan kami akan mengusulkan lagi 17 traktor dan delapan unit pompa air,” imbuh Bambang.