TIKET KERETA LEBARAN : Pekan Depan, Tiket Tambahan Mulai Dijual

Petugas loket melayani pembelian tiket di ruang reservasi Stasiun Kereta Api (KA) Madiun, Jawa Timur, Sabtu (18/4/2015). Menurut data di Stasiun KA Madiun, tiket KA tujuan Jakarta dan sejumlah kota besar lain untuk perjalanan H-7 hingga H1 Lebaran dari Stasiun Madiun masih tersedia dalam jumlah tipis untuk sejumlah KA. (JIBI/Solopos/Antara - Siswowidodo)
09 Mei 2015 19:19 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Tiket kereta lebaran untuk tambahan akan mulai dijual pekan depan

Harianjogja.com, JOGJA- PT KAI Daerah Operasi VI Jogja mulai membuka penjualan tiket kereta tambahan Lebaran pekan depan, yaitu Senin (11/5/2015) pukul 00.01 WIB untuk keberangkatan 10-16 Juli 2015.

"Di Daerah Operasi VI Yogyakarta, akan ada empat kereta tambahan yang dioperasikan untuk mendukung angkutan Lebaran," kata Manager Corporate Communication PT KAI Daerah Operasi VI Yogyakarta Gatut Sutiyatmoko, Sabtu (9/5/2015).

Sebanyak empat kereta tambahan tersebut, adalah Argo Lawu Fakultatif relasi Gambir-Solo Balapan, Taksaka Lebaran relasi Gambir-Jogja, Lodaya Lebaran relasi Bandung-Solo, dan Sancaka Lebaran relasi Jogja-Surabaya Gubeng.

Rata-rata ketersediaan tempat duduk untuk seluruh kereta tambahan tersebut adalah 400 hingga 482 penumpang dan setiap kereta dijalankan dua kali sehari sehingga total tambahan tempat duduk untuk perjalanan Lebaran mencapai 3.528 tempat duduk.

Selain kereta tambahan yang diberangkatkan dari Daerah Operasi VI Yogyakarta, terdapat empat kereta tambahan lain yang juga melintasi Daerah Operasi VI, yaitu Gajayana Lebaran relasi Malang-Gambir, Pasundan Lebaran relasi Kiara Condong Bandung-Surabaya Gubeng, Matarmaja Lebaran relasi Pasar Senen-Malang, dan Mantap Lebaran relasi Pasar Senen-Madiun.

Tiket kereta tambahan Lebaran untuk arus balik dari Jogja keberangkatan 17-26 Juli akan dijual mulai 18 Mei pukul 00.01 WIB.

Kereta ekonomi PSO akan dioperasikan selama 16 hari, yaitu antara 10-25 Juli.

Pembelian tiket dapat dilayani secara dalam jaringan dengan mengakses laman penjualan tiket kereta api, atau aplikasi telepon selular serta di sejumlah "channel" eksternal, seperti swayalan, kantor pos, pegadaian, dan agen resmi penjualan tiket kereta api lainnya.

Gatut mengingatkan masyarakat yang akan membeli tiket kereta api agar memastikan nama yang tercantum di tiket sesuai dengan nama penumpang yang berangkat, serta segera mencetak tiket apabila tiket dibeli secara dalam jaringan.

"Saat pembelian secara 'online', dimungkinkan akan sulit mengakses website penjualan tiket karena banyak orang yang mengaksesnya dalam waktu yang bersamaan. Terus saja dicoba hingga dapat," katanya.