PENGUMUMAN KELULUSAN 2015 : Polres Sleman Waspadai Tawuran Jelang Pesta Kelulusan

10 Mei 2015 08:20 WIB Sunartono Sleman Share :

Pengumuman kelulusan 2015 diharapkan berjalan aman, Polres Sleman mewaspadai tawuran

Harianjogja.com, SLEMAN – Polres Sleman mulai menggiatkan patroli secara terbuka dan tertutup untuk mengantisipasi tawuran pelajar jelang pesta kelulusan.

Sejumlah titik yang menjadi tempat berkumpul pelajar mulai menjadi perhatian aparat sejak akhir pekan ini.

Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain berharap pelaksanaan kelulusan di Sleman, baik tingkat SMP maupun SMA dapat berjalan dengan baik tanpa ada insiden. Karena itu pihaknya sejak awal melakukan pendekatan sejumlah sekolah serta berkoordinasi dengan Disdikpora Sleman.

Tujuannya untuk melakukan pemantauan aktivitas dan menggali informasi dari para pelajar sebagai antisipasi kemungkinan terjadinya tawuran.

“Untuk mendukung kegiatan ini kami sudah koordinasi dengan sekolah-sekolah di Sleman,” kata faried saat ditemui Jumat (8/5/2015).

Dalam beberapa kasus di Sleman, tahun lalu pasca pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Polres Sleman mengamankan puluhan pelajar yang terlibat tawuran. Karena itu Polres akan melakukan antisipasi sejak awal terutama saat perayaan kelulusan.

Menurut Faried, pihaknya mulai melakukan patrol terutama di sekitar lokasi rawan tempat berkumpul para pelajar, serta akan melakukan razia kepada para pelajar untuk mengantisipasi adanya pelajar yang
membawa senjata tajam.

“Patroli dilakukan secara terbuka dan tertutup ada yang berpakaian seragam ada juga berpakaian preman,” katanya.

Setelah selesai mengikuti UN, para pelajar tidak aktif mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Jika mereka datang ke sekolah lebih banyak dimanfaatkan untuk sekadar berkumpul.

Ia mengimbau kepada masyarakat jika mendapatkan informasi kemungkinan terjadi tawuran antarpelajar sebaiknya segera memberitahukan ke Polres Sleman atau polsek terdekat.

“Banyaknya siswa yang hanya duduk-duduk berkumpul bersama teman-temannya berpotensi menimbulkan gesekan jika terjadi salah paham,” ujar Faried.