TRADISI JOGJA : 100 Peserta Ikuti Jemparingan

11 Mei 2015 15:40 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

Tradisi Jogja berupa Jemparingan kali ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.

Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti lomba "Jemparingan" atau panahan tradisional Gaya Mataraman di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Minggu (10/5/2015). (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2012/05/13/hadir-sejak-1943-panahan-mataraman-masih-asing-di-jogja-185422">Hadir Sejak 1943, Panahan Mataraman Masih Asing di Jogja)

Lomba yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-99 Kabupaten Sleman ini, diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya dari Klaten, Jepara, dan Karanganyar, Jawa Tengah, serta Kalimantan Timur.

Lomba dibuka Bupati Sleman Sri Purnomo yang ditandai dengan memanah Balon berhadiah.

"Yang menarik dalam lomba ini, peserta usia dini juga banyak baik laki-laki maupun perempuan. Itu sangat mengembirakan ternyata olah raga panahan yang sementara orang mengatakan tidak populer ternyata generasinya juga banyak," kata Sri Purnomo.

Menurut dia, maraknya masyarakat yang mencintai panahan merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan kegiatan panahan gaya Mataraman.

"Jemparingan gaya Mataraman melatih ketahanan, kesabaran dan konsentrasi individu, yang sangat strategis untuk menempa pembentukan kharakter masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.

Ia mengatakan, ke depan diharapkan atlet panahan tersebut semakin banyak sebagai keder atlet panahan di masa depan.

"Manfaat yang diperoleh dalam lomba ini, selain adu ketrampilan juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah," katanya.

Bupati mengharapkan dalam lomba tersebut, bukan kemenangan yang menjadi tujuan akhir, tetapi lebih pada bagaimana para peserta memperlihatkan semangat dan sportifitasnya.