Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Tradisi Jogja berupa Jemparingan kali ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai daerah.
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 100 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti lomba "Jemparingan" atau panahan tradisional Gaya Mataraman di Lapangan Denggung, Kabupaten Sleman, Minggu (10/5/2015). (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2012/05/13/hadir-sejak-1943-panahan-mataraman-masih-asing-di-jogja-185422">Hadir Sejak 1943, Panahan Mataraman Masih Asing di Jogja)
Lomba yang digelar dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-99 Kabupaten Sleman ini, diikuti peserta dari berbagai daerah, di antaranya dari Klaten, Jepara, dan Karanganyar, Jawa Tengah, serta Kalimantan Timur.
Lomba dibuka Bupati Sleman Sri Purnomo yang ditandai dengan memanah Balon berhadiah.
"Yang menarik dalam lomba ini, peserta usia dini juga banyak baik laki-laki maupun perempuan. Itu sangat mengembirakan ternyata olah raga panahan yang sementara orang mengatakan tidak populer ternyata generasinya juga banyak," kata Sri Purnomo.
Menurut dia, maraknya masyarakat yang mencintai panahan merupakan upaya melestarikan dan mengembangkan kegiatan panahan gaya Mataraman.
"Jemparingan gaya Mataraman melatih ketahanan, kesabaran dan konsentrasi individu, yang sangat strategis untuk menempa pembentukan kharakter masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta," katanya.
Ia mengatakan, ke depan diharapkan atlet panahan tersebut semakin banyak sebagai keder atlet panahan di masa depan.
"Manfaat yang diperoleh dalam lomba ini, selain adu ketrampilan juga menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan berkomunikasi para peserta yang berasal dari berbagai wilayah," katanya.
Bupati mengharapkan dalam lomba tersebut, bukan kemenangan yang menjadi tujuan akhir, tetapi lebih pada bagaimana para peserta memperlihatkan semangat dan sportifitasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Sebanyak 28 orang tewas dan dua lainnya hilang akibat longsor tambang emas ilegal di Angola barat laut, termasuk 13 korban dari satu keluarga.
Bareskrim memastikan blackout di Sumatra bukan sabotase, melainkan dampak cuaca ekstrem yang merusak jaringan transmisi listrik di Jambi.
JAECOO telah mengirimkan 16.000 unit J5 EV ke konsumen Indonesia. SUV listrik ini dibanderol mulai Rp279,9 juta.
Daftar mobil listrik murah 2026 di Jogja mulai Rp100 jutaan, cocok untuk mobilitas harian dan hemat biaya BBM
Lima pendaki tersambar petir di puncak Gunung Monrolo, Maros. Satu orang meninggal dunia dan empat lainnya selamat.