LONGSOR GUNUNGKIDUL : Jalan Tertutup Longsor di Nglipar Mulai Terbuka

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
11 Mei 2015 10:20 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

Longsor Gunungkidul yang terjadi di Nglipar akhirnya dapat diatasi.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Jalan di Dusun Danyangan Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar yang sebelumnya tertutup material bukit setinggi 40 meter yang longsor pada Sabtu (2/5/2015), kini kembali terbuka.

Jalan yang menghubungkan tiga desa ini terbuka setelah dilakukan kerja bakti, mengerahkan ratusan warga termasuk para relawan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gunungkidul, Sutaryono mengatakan, untuk menyingkirkan ribuan meter kubik material tanah bercampur batu akibat longsornya Bukit Trosari di dusun setempat yang longsor, dilakukan kerja bakti yang setiap harinya mengerahkan rata-rata 100 warga.

"Kerja bakti dilakukan sejak Senin lalu. Selain warga setempat, kerja bakti juga mendapat banyak bantuan berbagai relawan termasuk dari TNI,” ungkapnya, Minggu (10/5/2015).

Untuk menyingkirkan material longsoran yang menutup jalan, dilakukan dengan alat manual, misalnya cangkul. Hal ini dilakukan karena tidak mungkin dengan alat berat, sebab jalan menuju lokasi bencana ini sangat sulit dijangkau.

Dalam pelaksanaan kerja bakti itu, BPBD Gunungkidul memberikan bantuan logistik dalam bentuk makanan.

Terpisah, Kepala Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar, Sunaryo juga mengaku dengan selesainya kerja bakti ini maka akses jalan yang sebelumnya tertutup total, kini kembali terbuka. Jalan yang menggubungkan tiga desa, yakni Pilangrejo, Katongan dan Desa Kedungpoh di Kecamatan Nglipar, kini bisa digunakan lagi untuk arus lalu lintas, baik sepeda motor maupun mobil.

Sebelumnya, lereng Bukit Trosari setinggi 40 meter yang ada di Dusun Danyangan RT 06 RW 05 Desa Pilangrejo Kecamatan Nglipar, longsor. Ribuan meter kubik material longsor menutup jalan. Akibatnya, jalan antar desa putus total. Bencana ini terjadi Sabtu silam (2/5/2015) sekitar pukul 10.00 WIB.