Tertib Arsip Persempit Celah Penyimpangan Anggaran
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Raja Kraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X di dampingi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas (dua kanan di Dalem Wironegaran, Jogja, Jumat (8/5/2015). Pertemuan dengan puluhan perwakilan masyarakat Jogja tersebut Sultan HB X menjelaskan lebih terperinci tentang Sabda Raja dan Dawuh Raja beberapa waktu lalu. (Gigih M. Hanafi/JIBI/Harian Jogja)
Sabda Raja Jogja pekan ini diwarnai dengan dilaporkan salah satu media online lokal ke Dewan Pers dan Polda DIY.
Harianjogja.com, JOGJA-Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X akan melaporkan media online yang dianggapnya berbohong dalam pemberitaan Sabda Raja dan Dawuh Raja.
Tidak hanya ke Dewan Pers, Sultan juga akan melaporkan media ke Polda DIY. Namun, Sultan enggan menyebut nama media online lokal yang dia maksud.
Sultan mengungkapkan, dirinya merasa belum pernah bertemu dengan adiknya Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo terkait Sabda Raja dan Dawuh Raja. Namun dalam salah satu media online lokal diberitakan Gusti Prabu bertemu Sultan. (Baca Juga : http://jogja.solopos.com/baca/2015/05/08/sabda-raja-rayi-dalem-yang-berdomisili-di-jakarta-bertemu-sultan-602232">SABDA RAJA : Rayi Dalem yang Berdomisili di Jakarta Bertemu Sultan)
"Padahal belum pernah ketemu, ini pencemaran nama baik," kata Sultan saat ditemui di Kepatihan, Selasa (12/5/2015)
Sultan mengakui sudah bertemu dengan semua adik-adiknya yang dari Jakarta. Namun ia belum pernah bertemu dengan adik-adiknya yang di Jogja.
Rayi dalem (adik-adik Sultan) yang tinggal di Jakarta adalah GBPH Pakuningrat, GBPH Hadisuryo, GBPH Suryonegoro, GBPH Suryometaram, GBPH Suryonegoro, dan GBPH Cokrodiningrat. Para rayi dalem ini (kecuali GBPH Hadisuryo) bertemu dengan Sultan di Kraton Kilen, sehari sebelum Sultan memberikan penjelasan Sabda Raja dan Dawuh Raja.
Sementara adik-adik Sultan yang tnggal di Jogja adalah GBPH Prabukusumo, GBPH Cakraningrat, GBPH Yudhaningrat, dan Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Hadiwinoto.
Sultan menyatakan sudah minta anaknya untuk konsultasi ke Dewan Pers, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Polda DIY. "Apakah ini melanggar kode etik, [masuk unsur] pencemaran nama baik," tegasnya.
Sebelumnya Sultan mengatakan sudah dua kali mengundang adik-adiknya dalam acara Sabda Raja mau pun Dawuh Raja. Namun adik-adiknya itu tidak hadir. Hanya KGPH Hadiwinoto yang hadir dalam Sabda Raja I.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengelolaan arsip yang tertib dan autentik dinilai menjadi salah satu langkah penting untuk mempersempit celah penyimpangan anggaran di lingkungan pemerintahan
Paspor Indonesia berada di peringkat 56 dunia dengan skor mobilitas 89, sementara Singapura dan Malaysia masuk tiga besar Global Passport Power Rank 2026.
Peneliti OpenAI dan Google DeepMind memperingatkan risiko AI yang mampu mengembangkan diri sendiri dan berpotensi sulit dikendalikan manusia.
Daftar 9 beasiswa luar negeri tanpa batas usia untuk S1 hingga S3, lengkap dengan syarat, cakupan, dan jadwal pendaftarannya.
Fernando Alonso memastikan bertahan di Aston Martin. Simak alasan pembalap 45 tahun itu tetap melanjutkan karier di Formula 1.
Tri Wahyuni tampil di Asian Games 2026 pada 1 Oktober. Simak jadwal kualifikasi senam ritmik dan peluangnya menuju final.