BANGUNAN CAGAR BUDAYA : Kompleks Pleret Akan Diperluas

JIBI/Desi SuryantoTim ekskavasi Dinas Kebudayaan Provinsi DI. Yogyakarta melakukan ekskavasi Kraton Dalam dalam situs Kedaton, di Dusun Kedaton, Pleret, Bantul, DI. Yogyakarta, Jumat (03/05 - 2013). Struktur kaki benteng Srimanganti atau Pacaosan dengan ketebalan 2,6 meter ditemukan dalam ekskavasi tersebut, bangunan itu menghadap ke utara dengan kemiringan 6 derajat. Situs Kedaton Pleret merupakan situs yang memiliki kaitan erat dengan perkembangan kerajaan Mataram Islam di Indonesia, sementara itu Kedaton
12 Mei 2015 01:19 WIB Bhekti Suryani Bantul Share :

Bangunan Cagar Budaya di Pleret akan diperluas.

Harianjogja.com, BANTUL- Kompleks museum cagar budaya Kraton Pleret akan diperluas. Pemerintah tengah menyiapkan pembangunan sejumlah situs budaya di area bekas ibu kota kerajaan Mataram Islam di abad ke-17 itu.

Pengelola museum sejarah purbakala Pleret Trias Indra Setiawan mengungkapkan, tahun ini pemerintah DIY melalui Dinas Kebudayaan telah menyiapkan rencana pembangunan dan perluasan situs bersejarah di Pleret. Area ini berada di Dusun Kedaton, Desa Pleret, Kec. Pleret Bantul.

Pemerintah berencana memperluas kompleks museum sejarah purbakala yang kini berdiri di bekas area Kraton Pleret di masa kerajaan Mataram Islam yang dipimpin raja Amangkurat I.

Ada sekitar 2.000 meter persegi lahan tebu yang akan dibebaskan untuk memperluas area museum.

"Lahan tebu itu berada di sebelah selatan museum," kata Trias sembari menunjuk lokasi perluasan, saat ditemui Sabtu (9/5/2015).

Pemerintah sengaja ingin mengambil alih lahan seluas 2.000 meter persegi tersebut, karena dahulu termasuk area Kraton Pleret. Selain memperluas lahan, pemerintah juga membangun tempat penyimpanan batu-batu bersejarah sisa peninggalan kerajaan Mataram Islam tersebut.

"Tahun ini dibangun dua tempat di sebelah timur, untuk tempat penyimpanan batu-batu peninggalan," papar dia.

Di sebelah timur pula, akan dikelola tiga titik yang diketahui terdapat situs bersejarah. Lokasinya berada di tiga halaman rumah warga. Namun pemerintah lanjutnya akan mengambil alih lahan tersebut. Pembangunan area situs purbakala itu menggunakan dana keistimewaan (danais).

Trias menambahkan, situs bersejarah peninggalan kerajaan Mataram Islam di Pleret sejatinya tersebar di berbagai titik tidak hanya berada dekat dengan kraton. Ia menyontohkan, di sebelah barat kraton (agak ke utara) terdapat bekas masjid agung Pleret yang berada di dalam tanah, serta di Gunung Kelir, dua kilo meter dari kraton terdapat makam Ratu Malang yang merupakan salah satu isteri Amangkurat I.

Cagar budaya di Pleret saat ini juga menjadi prioritas pembangunan pemerintah Kabupaten Bantul. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bambang Legowo sebelumnya menyatakan, pemerintah menganggarkan dana senilai Rp4,9 miliar untuk pengelolaan cagar budaya. "Misalnya untuk pengelolaan makam raja Imogiri juga situs Kedaton di Pleret," terang Bambang.