Diduga Cari Batu Akik, Bocah Tewas di Kali Opak

13 Mei 2015 12:21 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Diduga mencari batu akik, seorang bocah tewas tenggalam di Kali Opak

Harianjogja.com, BANTUL—Seorang bocah berusia 13 tahun tewas tenggelam di Kali Opak di daerah Bantul. Diduga saat kejadian korban tengah mencari batu akik.

Suparyanto, warga Tulasan Bambanglipuro asal Bantul tenggelam  Selasa (12/5/2015) sekitar pukul 15.00 WIB di Kali Opak yang ada di Dusun Potrobayan, Pundong.

Korban mencari batu akik bersama lima orang temannya. Menurut keterangan saksi yang dikutip Kapolsek Pundong AKP Agus Nuryanto, saat mencari akik korban terpeleset dan kemudian tenggelam.

"Menurut teman-temannya, korban terpeleset dan tenggelam," kata Agus.

Melihat Suparyanto tenggelam, temannya langsung mencari bantuan kepada warga masyarakat. Anggota Polsek Pundong bersama tim Basarnas kemudian melakukan pencarian.

Selama lebih kurang dua jam dilakukan pencarian, korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WIB.

"Setelah diadakan pemeriksaan dokter dari Puskesmas Pundong dan identifikasi dari Polres Bantul tidak ada tanda luka luar atau penganiayaan. Korban meninggal karena tenggelam. Saat ini korban sudah dibawa pulang keluargnya," katanya.

Ketika ditanya apakah sat kejadian korban tengah mencari batu akik, Kapolsek mengaku tidak bisa memastikan. “Diduga mencari batu alam. Tetapi kami tidak bisa memastikan,” katanya.

Jika benar karena masalah akik, Suparyanto bukan korban pertama di DIY yang meninggal gara-gara mencari batu akik. Ini bukanlah kali pertama.

Pada 9 April 2015 lalu William Mackerelo Rentyan Putra meninggal akibat tersambar kereta api di Dusun Kaliabu Banyuraden Gamping, Sleman saat sedang mencari batu akik di sepanjang perlintasan kereta api.

Karena keasyikan mencari akik, bocah berusia 11 tahun itu tidak sadar kereta api datang dan menyambarnya.

Booming akik juga telah memunculkan tindakan tidak rasional. Termasuk mencuri batu akik kuburan. Sebuah batu yang ada di makam seniman Sapto Hudoyo hilang pada April lalu. Diduga batu itu dicuri untuk dibuat akik. Tidak beselang lama, batu nisan milik seniman Bagong Kusudiardjo juga raib dicuri orang.