WISATA BANTUL : Bantul Angkat Potensi Wisata Hutan Mangunan

Wisata Kebun Buah Hutan Mangunan Bantul (JIBI/Harian Jogja - Nina Atmasari)
16 Mei 2015 04:19 WIB Redaksi Solopos Bantul Share :

Wisata Bantul mengangkat potensi hutan Mangunan

Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendorong masyarakat Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, mengangkat potensi hutan di daerah ini untuk dijadikan daya tarik wisata.

"Pemerintah mengharapkan potensi di Desa Mangunan silakan diangkat karena memang potensi hutan salah satunya untuk pariwisata," kata Kepala Bidang Kehutanan Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Andriyandono, Jumat (15/5/2015).

Menurut dia, di Bantul terdapat hutan yang tersebar di hampir seluruh 17 kecamatan, dan sebagian besar terdapat di Kecamatan Pajangan dan Dlingo termasuk hutan pinus yang ada di wilayah perbukitan Desa Mangunan, Dlingo.

Ia mengatakan hutan pinus Mangunan beberapa waktu telah dikunjungi Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan menghendaki kalau masyarakat di desa tersebut siap mengembangkan untuk pariwisata pemerintah siap memberikan bantuan.

"Kalau memang di situ mempunyai daya tarik khusus dan lokasinya bagus sebagai kawasan wisata, silahkan dimanfaatkan masyarakat untuk kepentingan bersama dan menambah pendapatan warga," kata Andri sapaan akrabnya.

Apalagi, menurut dia, di hutan pinus yang terdapat di perbukitan tersebut selama ini sudah ramai dikunjungi wisatawan baik yang sekadar mengabadikan gambar maupun menikmati pemandangan alam saat hari libur.

"Saya kira jika masyarakatnya tetap melestarikan hutan dan menjaga konservasi tidak masalah untuk dikembangkan pariwisata, sebab justru itu akan menjadi daya tarik khusus. Apalagi katanya di Desa Mangunan juga ada sumber mata air," katanya.

Ia mengatakan, jika masyarakat Desa Mangunan yang wilayahnya terdapat Kebun Buah Mangunan siap mengangkat potensi daerahnya, diharapkan melibatkan seluruh masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh warga.

"Kemudian juga dikoordinasikan di tingkat desa bahwa potensi apa saja nanti yang dikembangkan, minimal kelompok masyarakat satu sama lain saling terkoneksi, karena itu menjadi bagian yang tidak terpisahkan," katanya.