WISATA KULONPROGO : Kunjungan Meningkat, Kalibiru Akan Tambah Fasilitas

Rumah pohon dengan ketinggian sekitar sepuluh meter, menjadi spot foto yang paling diminati pengunjung yang datang ke wisata alam Kalibiru di Kecamatan Kokap. Foto diambil belum lama ini. (JIBI/Harian Jogja - Holy Kartika N.S.)
19 Mei 2015 22:20 WIB Kulonprogo Share :

Wisata Kulonprogo untuk Kalibiru akan ditingkatkan fasilitasnya.

Harianjogja.com, KULONPROGO – Objek wisata alam Kalibiru terus dikenal luas oleh wisatawan dari berbagai daerah. Dari luas hutan negara 29 hektare yang dikelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, baru 2% lahan yang dipergunakan untuk pengembangan wisata ini.

“Maksimal lahan yang dapat dipergunakan di hutan negara ini adalah tujuh persen. Kami baru mempergunakannya hampir dua persen,” ujar Pengelola Wisata Alam Kalibiru Sumarjono kepada Harianjogja.com, belum lama ini.

Jono mengungkapkan, kunjungan wisata ke Kalibiru kini semakin hari semakin ramai. Bahkan, peningkatan kunjungan terus meningkat signifikan sejak pertama kali dibuka tahun 2010 silam. Menurut Jono, tercatat peningkatan kunjungan wisatawan pada 2014 lalu mencapai 100%. Dalam setahun jumlah kunjungan mencapai 79.000 pengunjung.

“Bahkan, pada ada satu bulan jumlah pengunjung bisa mencapai 12.000 orang. Kini per hari di hari bisa jumlah pengunjung mencapai 400 orang, sedangkan saat long weekend pengunjung yang datang bisa mencapai lebih dari 1.000 orang per hari,” jelas Jono.

Tingginya jumlah kunjungan wisata itu, diakui Jono, tak terlepas oleh peranan media sosial. Banyak di antara para pengunjung mengaku mengetahui wisata alam itu melalui media sosial seperti facebook maupun instagram. Tak heran jika, pengunjung yang datang didominasi dari luar DIY, bahkan kini mulai menarik wisatawan asing dari berbagai negara.

Guna memberikan layanan bagi para pengunjung, Jono mengaku, pokdarwis atau pengelola wisata ini berencana mengembangkan fasilitas yang ada. Dia mengatakan, saat ini fasilitas yang ada di objek wisata primadona Kulonprogo itu telah memiliki beberapa pondok dan sejumlah homestay.

“Saat ini, daya tarik utama adalah rumah pohon yang menjadi spot foto favorit para pengunjung. Untuk spot ini saja, pendapatan yang diperoleh bisa mencapai Rp40 juta lebih dalam satu bulan. Belum tiket masuknya, sebulan bisa sampai Rp100 juta,” ungkap Jono.

Jono menambahkan, dari hasil pendapatan itu telah dimanfaatkan untuk pembangunan jalan masuk. Selain itu, pendapatan tersebut juga digunakan untuk mengganti tanaman yang telah mati, sehingga dapat memperbaiki serta menjaga keseimbangan ekosistem di hutan negara ini. Pihaknya juga mengaku, tengah mempersiapkan sejumlah rencana untuk pengembangan kawasan wisata.

“Ada beberapa rencana, salah satunya adalah membangun dan memperluas kawasan outbound, serta talud untuk mengantisipasi bencana longsor. Fasilitas ini sedang kami upayakan, tujuannya agar dapat menarik lebih banyak wisatawan, sehingga berdampak positif pada perekonomian masyarakat sekitar,” tandas Jono.

Sementara itu, Anggota DPRD Kulonprogo Ika Damayanti menambahkan, pemerintah kabupaten memiliki peranan penting dalam mendukung pengembangan pariwisata ini. Apalagi, saat ini potensi wisata ini mulai menjadi primadona baru bagi Kulonprogo karena mampu mendatangkan banyak wisatawan.

Salah satu bentuk dukungan yang dapat dilakukan, yakni pembangunan akses jalan ke kawasan wisata ini. Menurut Ika, akses jalan menuju objek wisata alam Kalibiru masih sangat sempit dan rawan kecelakaan. Peran pemerintah dalam membangun akses jalan sangat dibutuhkan agar nyaman dilalui pengunjung.

“Jalan masih sempit, sudah ada beberapa kali kecelakaan di jalan menuju wisata Kalibiru. Ke depan harus dianggarkan untuk pelebaran jalan,” ungkap Ika.