Anggaran Droping Air Gunungkidul Dipangkas, Ini Dampaknya
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Timbangan - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul mengebut program tera ulang alat ukur takar timbang di awal 2026. Target tahun ini mencapai 5.000 unit, mencakup pasar tradisional, pabrik, SPBU, dan pertashop di seluruh wilayah Gunungkidul.
Kepala Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Kelik Yuniantoro, menjelaskan kegiatan tera ulang minimal dilakukan setahun sekali. Pemeriksaan berlangsung bertahap dengan sasaran pasar, pabrik, perusahaan, hingga SPBU atau pertashop. “Nanti kita cek akurasi dari alat takar maupun timbangan yang dimiliki,” ujar Kelik, Selasa (3/2/2026).
Pada 2025, tercatat 4.695 UTTP (alat ukur takar timbang dan perlengkapannya) telah ditera ulang. Rinciannya, 240 alat di SPBU, 36 stasiun pengisian di pertashop, 478 milik pabrik dan perusahaan, serta 412 unit tera kantor. Sisanya sebagian besar berada di pasar tradisional.
Tahun ini, Dinas menargetkan 5.000 UTTP ditera ulang. Oleh karena itu, pelaksanaan sudah dimulai sejak Januari agar program berjalan tepat waktu. “Yang diintensifkan adalah tera di pasar karena jumlah alat timbang pedagang paling banyak. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan target tercapai di akhir tahun,” kata Kelik.
Kepala UPT Metrologi Legal, Sri Andarwati, menambahkan, kegiatan tera dilakukan dengan memeriksa satuan alat pengukuran. Bila ditemukan masalah, alat diperbaiki agar akurat kembali. “Tujuannya perlindungan konsumen supaya tidak dirugikan. Pedagang pun tetap mendapatkan kepercayaan konsumen karena alat digunakan sesuai takaran,” ujarnya.
Selain itu, tera menjadi sarana menumbuhkan kesadaran pelaku usaha untuk jujur dan bertanggung jawab. Setiap timbangan minimal diperiksa setahun sekali.
Kegiatan tera sudah dimulai di SPBU-SPBU, sementara pemeriksaan alat timbang di pasar dijadwalkan 11–12 Februari mendatang. “Tera di pasar akan dimulai dari Trowono, Kalurahan Karangasem, Paliyan,” tambah Sri Andarwati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Meksiko memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Ekuador 2-0 di Stadion Azteca, Mexico City.
BPS mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44% secara bulanan. Kenaikan dipicu sektor transportasi, BBM, dan harga sejumlah komoditas.
Harga BBM Pertamina per 1 Juli 2026 berubah. Dexlite, Pertamina Dex, dan Pertamax Turbo turun, sementara Pertalite dan Pertamax tetap.
Meta mengakui AI belum mampu menekan spam judi online di Facebook dan Instagram karena pelaku terus mengubah modus untuk menghindari deteksi.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semangat mengawali hari dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.