JJLS GUNUNGKIDUL : Pembangunan Akibatkan Air Tak Mengalir

Kolam tambak udang tampak berdekatan dengan jalur jalan lintas selatan di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Rabu (7/1/2015). Keberadaan tambak nantinya tergusur proyek jalan karena lebar JJLS diperluas sampai 30 meter. (JIBI/Harian Jogja - Bhekti Suryani)
20 Mei 2015 15:42 WIB Uli Febriarni Gunungkidul Share :

JJLS Gunungkidul yang baru dibangun mengakibatkan air PDAM tak mengalir.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Warga mengeluhkan tidak mengalirnya air sambungan dari Perusahaan Daerah Air minum (PDAM) Tirta Handayani akibat dari proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS).

Salah seorang warga Cekel, Jetis, Saptosari, Rino Carok, mengaku terganggu dengan pemutusan aliran dari PDAM. Sebab, selama sepekan terakhir, air dari sambungan dari PDAM tidak mengalir. Padahal air dari PDAM merupakan sumber air satu-satunya bagi warga.

Ia berharap, perbaikan segera dilakukan karena mengganggu aktivitas warga yang selama ini menggantungkan kebutuhan air dari PDAM.

"Jangan sampai berlarut-larut," ujarnya, Selasa (19/5/2015).

Direktur Teknik PDAM Tirta Handayani Kabupaten Gunungkidul, Pratomo Hadi menerangkan pembangunan JJLS mengharuskan PDAM mengubah jalur distribusi pipa pelanggan ke arah Kecamatan Panggang, dan sebagian kecamatan Saptosari.

Proyek pemindahan pipa, membutuhkan kerjasama dengan pihak ketiga. Diprediksi, proyek akan memakan waktu sekitar satu hingga dua bulan. Meski demikian, pihak PDAM berharap proyek selesai dalam sepekan hingga dua pekan.

Saat ini, lanjutnya, PDAM dan rekanan pembangunan JJLS mempersiapkan jalur alternatif pipa, dan memunculkan konsekuensi harus menggilir penyaluran air kepada pelanggan.

Selain itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi ke kecamatan dan desa terkait jadwal penyaluran air ke masyarakat.

"Akibat perubahan jalur ini ada sekitar 900 sambungan ke masyarakat yang terganggu," ucapnya.

Pihaknya optimis, dalam beberapa hari, pemindahan dapat segera diselesaikan, agar dapat menyalurkan air yang berasal dari sumur bor di daerah Baron dan Ngobaran.