PERIKANAN DIY : Permudah Tangkap Ikan, Penginderaan Jauh Disosialisasikan

Aktivitas pelelangan ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Aceh, Kamis (19/3/2015). Pemerintah mengembangkan kawasan PPI Lampulo dengan melengkapi berbagai sarana dan prasarana untuk mendukung program pembangunan maritim. Pembangunan infrastruktur perikanan Indonesia itu diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan. (JIBI/Solopos/Antara - Irwansyah Putra)
23 Mei 2015 02:20 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Perikanan DIY didukung dengan satelit penginderaan jauh.

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DKP DIY) menyatakan bakal menyosialisasikan satelit penginderaan jauh untuk mempermudah penangkapan ikan kepada kalangan nelayan saat melakukan pelayaran.

Kepala Bidang Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Suwarman Partosuwiryo di Yogyakarta, Kamis (21/5/2015), mengatakan alat hasil kerja sama antara Pemda DIY dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (Lapan) itu, masih memerlukan persiapan yang matang sebelum benar-benar diimplementasikan di kalangan nelayan.

"Sekarang masih tahap menjelaskan fungsi-fungsi dan teori pemanfaatan datanya saja bagi kalangan nelayan," katanya.

Menurut dia, tahap sosialisasi akan dilakukan hingga akhir 2015 yang mencakup uraian teknis dan keuntungan penggunaan data yang dihasilkan dari satelit penginderaan jauh itu.

Selanjutnya akan masuk dalam tahap pengusulan pengadaan alat pada 2016.

"Terakhir kami sudah lakukan sosialisasi di Pelabuhan Sadeng untuk 75 nelayan," kata dia.

Menurut dia, setiap penggunaan alat berteknologi membutuhkan sosialisasi dan pelatihan intensif di kalangan nelayan.

Penguasaan pengoperasian kapal Inka Mina yang membutuhkan waktu lama, menurut dia, dapat menjadi contoh pentingnya peningkatan pengenalan teknologi di kalangan nelayan.

Dia optimistis dengan penerapan alat bantu pendeteksi ikan tersebut, target produksi ikan tangkap setiap tahunnya akan meningkat, sebab alat bantu berteknologi tinggi tersebut diyakini akan mampu memetakan zona potensial penyebaran ikan serta memberikan informasi pendukung pelayaran lainnya bagi nelayan.

"Kami optimistis karena zona potensi ikan akan dipetakan dengan mudah. Selain juga membantu efektivitas dan keselamatan pelayaran," kata dia.

Kerja sama penggunaan satelit penginderaan jauh sebagai Desicion Support System (DSS) maritim tersebut, sebelumnya telah ditandatangani antara Pemda DIY dan Lapan di Kompleks Kepatihan pada 12 Februari 2015.