PERJUDIAN SLEMAN : Seorang Brigadir Terlibat, Kapolres Sebut Tak Ada Toleransi

Ilustrasi judi dadu (JIBI/Solopos - Dok)
23 Mei 2015 15:50 WIB Sunartono Sleman Share :

Perjudian Sleman yang melibatkan oknum brigadir tetap akan diproses secara hukum.

Harianjogja.com, SLEMAN-Area perjudian di sebuah los Pasar Srikaton, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan digerebek pada Kamis (21/5/2015) sore. Dari lima orang yang tertangkap, satu di antaranya polisi berpangkat brigadir. Kendati demikian, Polres Sleman tetap melakukan proses hukum terhadap seluruh orang yang tertangkap.

Kelima tersangka yang ditangkap yakni TP, 35, warga Dusun Rogoyudan, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, yang bertindak sebagai bandar dadu, WN, 57, warga Desa Tlogoadi, Kecamatan Mlati, WD, warga Dusun Jambon Kidul, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, dan SG, 52, warga Ngemplak, Boyolali yang indekos di Gedongtengen, Jogja.

Sedangkan anggota polisi yang ikut terlibat yakni SW, 57, warga Dusun Kasuran Wetan, Desa Margomulyo, Kecamatan Seyegan. SW kini ditahan di Mapolsek Seyegan bersama keempat rekannya.

Saat dikonfirmasi terkait adanya anggota yang terlibat perjudian, Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnain menegaskan anggota itu akan diproses secara pidana. Dari hasil penyidikan, SW terlibat dalam kasus yang sama hingga dua kali.

"Setelah proses peradilan, lalu internal bisa sidang disiplin atau KKEP. Kami tidak mentoleransi anggota yang melakukan praktik perjudian," kata Faried.

SW sendiri mengaku menyesal kembali terlibat kasus perjudian. Menurutnya dia ikut judi hanya sekadar untuk hiburan. "Buat hiburan saja. Saya malu, menyesal, sampai ingin bunuh diri rasanya karena malu," ucapnya saat diwawancara wartawan di Mapolres Sleman, Jumat.