PENATAAN KULONPROGO : Bedah Menoreh Proyek Strategis Lintas Provinsi

Meski diselimuti kabut, beberapa pengunjung tampak menikmati pemandangan dari salah satu pendapa di Puncak Suroloyo. Foto diambil pekan lalu. (JIBI/Harian JOgja - Holy Kartika N.S.)
23 Mei 2015 06:20 WIB Kulonprogo Share :

Penataan Kulonprogo untuk Bedah Menoreh merupakan kerja sama lintas provinsi.

Harianjogja.com, KULONPROGO– Program pengembangan wisata melalui Bedah Menoreh dinilai menjadi proyek yang tidak hanya menguntungkan bagi Kulonprogo. DPRD Magelang saat melakukan kunjungan ke DPRD Kulonprogo menyatakan dukungannya terhadap program Bedah Menoreh.

Anggota Komisi II DPRD Magelang Sarwo Edi mengungkapkan, program Bedah Menoreh dapat turut mendukung pengembangan pariwisata yang saat ini digalakkan Pemkab Magelang. Dia mengatakan, program itu sangat strategis untuk pengembangan wisata dan wilayah perbatasan Kulonprogo dan Magelang.

“Tidak hanya masyarakat Kulonprogo tetapi juga masyarakat Magelang, terutama yang berada di wilayah Kecamatan Borobudur dan sekitarnya. Program ini akan berdampakluas bagi peningkatan perekonomian masyarakat setempat,” papar Edi.

Melihat manfaat strategis dari proyek Bedah Menoreh, Edi menyatakan, DPRD Magelang akan mendorong pemkab untuk melaksanakan program pengembangan wilayah di kawasan perbatasan dua kabupaten ini. Di antaranya juga, pengembangan jalur wisata yang dapat mendukung pengembangan pariwisata di kawasan Perbukitan Menoreh.

“Harapannya, nanti Kabupaten Magelang dan Kabupaten Kulonprogo dapat saling mendukung serta berkembang bersama,” imbuh Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dinbudparpora) Kulonprogo Krisutanto menambahkan, objek wisata di Kulonprogo terus berkembang. Dia mengungkapkan, saat ini Kulonprogo memilikisekitar 58 objek wisata.

Lebih lanjut Krisutanto mengatakan, tujuh objek wisata di antaranya dikelola oleh pemkab. Bahkan, dari puluhan objek wisata yang ada telah dijadikan paket wisata oleh Kabupaten Magelang. Dia menjelaskan, di antaranya adalah Puncak Suroloyo, Goa Sriti, Curug Sidoharjo, Taman Bunga Krisan dan kawasan arung jeram Kali Progo.

“Jika kerja sama pengembangan tersebut dapat direalisasikan bersama, maka akan mempercepat kemajuan pariwisata, baik di Kulonprogo maupun Magelang,” tandas Krisutanto.

Kepala Bappeda Kulonprogo Agus Langgeng Basuki menambahkan, program Bedah Menoreh didukung dengan dana keistimewaan DIY dengan anggaran mencapai Rp34 miliar. Program yang dilakukan yakni, pembangunan kawasan wisata, pembangunan infrastruktur jalan hingga pengembangan kawasan wisata dan budaya pendukung pariwisata di Kulonprogo.

“Kami juga telah mengusulkan danai untuk tahun 2016 sebesar Rp60 miliar. Nantinya dana tersebut digunakan untuk melanjutkan program tersebut,” jelas Langgeng.